Formasi Prancis Tak Diimbangi Komposisi

Indopos.co.id – Memiliki kultur sepak bola yang cukup kuat di Eropa, bermain di hadapan masyarakatnya sendiri, dan diperkuat oleh tim yang disebut-sebut sebagai generasi terbaik. Namun, semua itu tidak cukup untuk mengantarkan Prancis meraih trofi Euro ketiganya dinihari kemarin. Selepas kekalahan 0-1 dari Portugal itu, tanda tanya besar pun menghantui tidak hanya masyarakat Prancis mungkin. Namun juga seluruh penggemar Les Bleus, sebutan Prancis. Apa yang menjadi faktor kekalahan mereka? Sebab,  jika berbicara komposisi skuad, entraineur Didier Deschamps sama sekali tidak melakukan perubahan apa pun.

Deschamps masih mempertahankan baik komposisi maupun formasi 4-2-3-1 yang digunakan kala memulangkan juara dunia Jerman dengan skor 2-0 di semifinal lalu. Namun, pakar strategi yang juga editor Zonal Marking Michael Cox berpendapat, Deschamps begitu ingin mengimbangi pragmatisme yang digunakan oleh lawannya, treinador Portugal Fernando Santos. Jadilah disel-sela pertandingan, formasi 4-2-3-1 itu berkembang menjadi 4-4-2 dengan duet striker Antoine Griezmann-Olivier Giroud. Namun, Griezmann beroperasi sedikit di belakang Giroud.

Baca Juga :

”Sepertinya kedua tim berusaha untuk mendapatkan keuntungan penguasaan bola dari posisi yang lebih rendah,” ujar Cox dalam tulisannya di The Guardian. ”Selain itu, mereka juga berusaha meminimalkan celah masing-masing untuk memperbesar peluang mencetak gol,” lanjutnya.

Sekilas tentu tidak ada yang salah dengan pemilihan taktik dari Deschamps. Namun, jurnalis ESPN Miguel Delaney mengritik, kebijakan tersebut justru menjadi bumerang baginya. Sebab, Deschamps tidak mengimbanginya dengan memilih para pemain yang bisa menunjang filosofi permainan yang ingin dipakai.  Delaney berujar, sudah bukan rahasia jika Deschamps selalu salah dalam memilih starting line-up-nya sepanjang Euro ini. ”Kecuali mungkin saat menghadapi Republik Irlandia di 16 Besar. Saat Deschamps akhirnya menggeser Griezmann lebih ke tengah,” tuturnya.

Baca Juga :

Di laga final kemarin, keputusan Didi, sapaan Deschamps, mengubah ke 4-4-2 membuat terjadi perubahan yang merugikan Les Bleus, sebutan Prancis. Di lini depan,  misalnya. Adanya dua striker membuat Giroud harus ”mengalah” dengan bermain sedikit melebar demi memberikan ruang lebih besar kepada Griezmann. Strategi yang sedikit tidak umum bagi targetman seperti Giroud, dan celakanya, sudah diantisipasi oleh Portugal semenjak Cristiano Ronaldo harus ditarik keluar pada menit 25. Karena Giroud yang menjadi pemantul ditutup, otomatis Griezmann pun harus bekerja ekstrakeras dalam menyerang maupun membuka celah.


loading...

Komentar telah ditutup.