DPR Minta Nama RS yang Terlibat Vaksin Palsu

indopos.co.id – Komisi IX DPR mendesak diumumkannya daftar fasilitas kesehatan yang menggunakan vaksin palsu. Pasalnya, masyarakat terlampau resah dengan nasib anak-anaknya yang diberi vaksin skala waktu 2003-2016.

Sejatinya, satgas vaksin palsu telah bekerja sejak 27 Juni lalu. Komisi IX DPR sendiri sudah mendapatkan laporan nama-nama fasilitas kesehatan, khususnya Rumah Sakit yang menggunakan vaksin tersebut. Namun, masih bersifat inisial.

Nah, pada 1 Juli, Ketua Komisi IX DPR Dede Macan Yusuf mengaku pihaknya telah mendapat nama lengkap faskes tersebut. Kendati demikian belum bisa di publikasi lantaran sifatnya masih penelusuran dan tetap pada praduga tak bersalah.

Untuk itu, Dede mengatakan, komisi IX DPR memberi waktu selama dua minggu untuk dilakukan penyelidikan. “Mestinya sekarang harus dibuka. Kalau mereka masih tidak berani, harus ada Bareskrim. Maka kita undang Bareskrimnya, kita tunggu besok,” ujarnya usai rapat dengan Menteri Kesehatan Nila Moeloek di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/7).Ya, dengan diundangnya Bareskrim, diharapkan Menkes mau membeberkan data-data faskes pengguna vaksin palsu. Bahkan, komisi IX DPR berharap bisa mengetahui nama distributor, dan kandungan apa saja yang terdapat di dalam vaksin palsu tersebut.

Baca Juga :

“Lalu tindakan konkrit yang dilakukan Kemenkes terhadap fasilitas kesehatan yang menggunakan vaksin palsu. Kemudian penyelidikan yang dilakukan Bareskrim itu bagaimana, tolong beritahu ke kita, kemudian kita bisa melakukan pengawasan bersama,” pungkas Wakil Ketua Komisi IX DPR Ermalena. (dna/JPG/ade)

Komentar telah ditutup.