Terkait Relokasi Kawasan Dadap, Ombudsman Panggil Pemkab Tangerang

TANGERANG, indopos.co.id – Menuyusul deadlocknya pertemuan antara warga Dadap, Kecamatan Kosambi yang akan direlokasi, lantaran kawasan tersebut akan ditertibkan, Ombudsman menjadwalkan kembali pertemuan untuk penyelesaian konflik. Informasi yang didapat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali menerima panggilan dari Ombudsman RI.

Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Iskandar Mirsad membenarkan surat pemanggilan tersebut. Menurut Iskandar, surat pemanggilan ini terkait akan digelarnya kembali mediasi antara warga yang sebelumnya pernah menolak pembongkaran kawasan tersebut dengan Pemkiab Tangerang.

Baca Juga :

Jumlah Penggusuran di Jakarta Menurun

Ia juga mengatakan, pertemuan kembali antara Pemkab Tangerang dengan warga yang sampai saat ini masih menolak pembongkaran diagendakan pekan depan. ”Surat dimaksud terkait dengan upaya penyelesaian konflik penertiban dan penataan lokalisasi Dadap, di Desa Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang,” ujar Iskandar Mirsad, Selasa (12/7).

Dikatakannya, saat ini, Pemkab Tangerang akan melakukan rapat Muspida, untuk mengambil langkah selanjutnya guna menyelesaikan konflik tersebut. Sesuai rencana awal, Iskandar menegaskan, Pemkab Tangerang tetap akan melakukan penertiban. Namun, hingga saat ini, pihaknya belum bisa memastikan, kapan waktu yang tepat untuk melakukan penertiban.

Baca Juga :

Sambil tetap mengikuti proses mediasi, kata Iskandar, Pemkab Tangerang juga terus berupaya untuk menyelesaikan persoalan penertiban lokalisasi Dadap dengan cara pendekatan ke masyarakat nelayan. Berdasarkan hasil survey, Iskandar mengklaim, sudah banyak masyarakat yang mau direlokasi, dan setuju akan program penertiban dan penataan Dadap. ”Hanya saja, masih banyak oknum tertentu yang menekan masyarakat, hingga mereka yang setuju dengan penertiban memilih diam saat di forum,” tandasnya.

Secara terpisah, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyangkal, jika langkah Pemkab Tangerang menertibkan Kawasan Dadap ada hubungannya dengan proyek reklamasi pantai yang berlokasi tak jauh dari Kawasan Dadap. Zaki mengaku, Pemkab Tangerang akan melakukan penataan kawasan yang sebelumnya menjadi tempat prostitusi tersebut menjadi kawasan yang layak huni, dan terbebas dari praktek prostitusi dalam bentuk apapaun.

Kata Zaki, kawasan tersebut akan disulap menjadi kawasan perumahan deret nelayan, rumah susun, Islamic Center, serta kawasan wisata kuliner. Sehingga, warga Dadap yang sebelumnya menghuni tempat kumuh tersebut dapat memukai kehidupan baru, dan menata ekonomi yang ada hubungannya dengan praktek prostitusi. (widi/jpg)


loading...

Komentar telah ditutup.