Alexa Metrics

Oknum Kades, Tiduri Istri orang saat Bulan Puasa

Oknum Kades, Tiduri Istri orang saat Bulan Puasa

indopos.co.id – Perbuatan tidak senonoh dilakukan oleh pria inisial OS, salah satu Kepala Desa di Kecamatan Ciparay. Dia diduga melakukan perselingkuhan dengan istri orang lain inisial NK yang sempat dipergoki warga Kampung Suka Melang, RT 01 RW 14, Desa Manggung Harja, Kecamatan Ciparay yang terjadi di bulan suci Ramadan seminggu jelang Lebaran.

Karena peristiwa itu semakin memanas dan menjadi buah bibir warga, pihak Muspika Kecamatan Ciparay akhirnya memanggil pelaku ke kantor Kecamatan untuk dimintai keterangan. ”Tega nian istri tukang buruh kuli bangunan disetubuhi oleh kepala desa,” ungkap Buleh, salah seorang warga kepada Bandung Ekspres di Ciparay kemarin (14/7).

Saat itu, petugas kepolisian setempatpun sempat melakukan pemanggilan terhadap pelaku. Perselingkuhan itu terjadi karena suami NK jarang pulang.

NK yang seorang ibu dari dua anak asal Warga Kampung Sukamelang RT 01 RW 14, tepatnya di belakang Graha Wirakarya yang bersuamikan sebagai pekerja kuli bangunan, tergiur rayuan OS karena diiming-imingi sesuatu. Sehingga NK pun terbuai rayauannya dan mau melakukan apapun yang dimintai OS.

Saat kepergok warga, NK telah mengakui perbuatannya kepada Aep yang dianggap sebagai guru spiritualnya asal Warga Desa Cikoneng Ciparay. Dalam pengakuannya, NK mengatakan pernah melakukan hubungan intim selayaknya suami istri dengan OS sebanyak 3 kali. ”Malahan terakhir kejadian dilakukan pada bulan suci Ramadan,” terang Aep menirukan perkataan NK.

Sementara itu, kakak NK, Siska, tidak menerima kalau keluarganya diperlaakukan seperti itu oleh OS. ”Perlakuan ini tidak pantas dilakukan oleh seorang kepala desa kepada warganya. Bukanya melindungi dan mengayomi masyarakat, malah berbuat aib dengan menodai istri orang,” ucapnya kesal.

Saat ditemui, sekitar pukul 11.00, rumah NK nampak sepi. Namun menurut tetangga NK kejadian tersebut memang sudah bukan rahasia lagi, sudah diketahui orang banyak.

Sementara itu, Kapolsek Ciparay AKP Dede Iskandar SH mengatakan, pihaknya tidak menerima laporan pengaduan dari korban atau pihak yang merasa dirugikan.

Memang saat peristiwa itu memanas sebut Kapolsek, pihaknya sempat memanggil kedua pelaku, setelah dimintai keterangan keduanya tidak mengakui telah melakukan hubungan intim.

”Kami menanti laporan pengaduan dari warga, juga pihak korban yang merasa dirugikan,” ucapnya singkat.

Di ruang terpisah, Camat Ciparay H. Ma’sum menerangkan, telah memanggil kepala desa tersebut setelah mendengar kabar miring guna memastikan.

”Kami telah memanggil kepala desa, saat bulan puasa lalu. Tapi, pada saat dipanggil ke ruang saya, kades itu tidak mengakui perbuatannya. Malahan membawa surat pernyataan bahwa dirinya tidak melakukan perbuatan itu,” kata Ma’sum.

Menurutd dia, bukannya pihak kecamatan tidak membina, justru kalau benar itu terjadi, dirinya menyarankan untuk melaporkan ke pihak berwenang. ”Apalagi kepala desa sebagai figure, seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” ucapnya. (gun/fik)



Apa Pendapatmu?