Alexa Metrics

Ketika Kosovo Menjadi Tim Debutan di Kualifikasi Piala Dunia 2018

Ketika Kosovo Menjadi Tim Debutan di Kualifikasi Piala Dunia 2018

Indopos.co.id- KUALIFIKASI Piala Dunia 2018 Euro 2016 kemarin, orang-orang Kosovo hanya bisa duduk manis di depan televisi mendukung bagian bangsanya bertarung di major tournament bergengsi Eropa. Tinggal pilih, Swiss atau Albania yang mereka dukung. Tetapi, untuk tahun-tahun ke depan, mereka pun berhak mendukung timnas Kosovo.

Apalagi jika negara yang baru merdeka dari Serbia pada tahun 2008 dan diterima jadi bagian UEFA dan FIFA tahun 2016 ini berhasil melenggang ke Rusia. Ya, Kosovo adalah debutan di dalam kualifikasi Piala Dunia 2018 zona UEFA. Bersama Kosovo, juga ada Gibraltar yang baru tahun ini bermain di kualifikasi Piala Dunia.

Bedanya, Gibraltar sudah punya jam terbang turun di kualifikasi Euro 2016. Kualifikasi Piala Dunia 2018 ini jadi debut kompetitif pertama Kosovo. ”Anak-anak muda Kosovo juga punya peluang bermain di depan tim-tim kuat seperti Kroasia, Ukraina, Islandia, Turki, dan Finlandia,” sebut Perdana Menteri Kosovo, Isa Mustafa, dalam akun Facebook-nya.

Keempat negara yang disebutkan Mustafa itu merupakan calon lawannya di kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup I. Matchday pertama menantang tuan rumah Finlandia di Veritas Stadion, Turki, 6 September bakal menjadi hari yang bersejarah bagi publik Kosovo. ”Bersama-sama kami merangkai jalan ke Rusia 2018,” koar politikus dari Partai Liga Demokrasi Kosovo itu.

Dari komposisi terakhir yang dimainkan Kosovo di bawah arahan pelatih Albert Bunjaki, tim berperingkat 109 FIFA itu bukan tim sembarangan. Dari nama-nama yang pernah berkostum timnas Kosovo, beberapa di antaranya bermain di kompetisi kelas dua Eropa. Bahkan, ada satu pemain yang tercatat di Manchester City.

Namanya Bersant Celina. Bermain sebagai gelandang, usianya baru 19 tahun. Meskipun dia susah mendapatkan minutes play dari Manuel Pellegrini – pelatih City musim lalu, begitu dipercaya masuk sebagai starter pemain kelahiran Prizren, Yugoslavia, itu berhasil mencetak gol. Satu-satunya gol Celina dilesakkan ke gawang Chelsea dalam laga putaran kelima Piala FA di Stamford Bridge, 21 Februari lalu. Sayangnya, City kalah 1-5.

Selain Celina, Kosovo masih punya beberapa pemain muda yang punya pengalaman bermain di top five league Eropa. Misalnya Valmir Sulejmani yang musim lalu gagal menyelamatkan Hannover 96 lepas dari degradasi di Bundesliga. Atau gelandang Mergim Brahimi yang memperkuat klub elit Swiss, Grasshopper. Jika dirata-rata, usia para pemain Kosovo masih di kisaran 21 tahun hingga 22 tahunan.

Layak ditunggu bagaimana kiprah anak-anak muda Kosovo ini. Berkaca dari performa sesama pemain kelahiran Kosovo yang membela Swiss dan Albania, Samir Ujkani dkk juga memiliki potensi ledakan besar. Tengok saja bagaimana performa Valon Behrami, Xherdan Shaqiri dan Granit Xhaka. Ketiga pemain kelahiran Kosovo itu jadi tulang punggung La Nati – julukan timnas Swiss.

Tanyakan saja kepada kapten Albania di Euro 2016 kemarin, Lorik Cana. Bek tengah Lazio itu juga kelahiran Kosovo. Selain Cana, penjaga gawang Etrit Berisha, lalu Burim Kukeli, Ermir Lenjani, dan Milot Rashica juga kelahiran Kosovo. Presiden Federasi Sepak Bola Kosovo FShF Armando Duka dalam situs resmi federasinya menegaskan bahwa timnya tidak akan jadi bulan-bulanan.

Sayangnya, ada satu hal yang bisa jadi tantangan debut Kosovo dalam kualifikasi Piala Dunia ini. Yaitu statusnya sebagai salah satu negara pecahan Yugoslavia. Pengalaman dari kualifikasi Euro 2016, sempat terjadi penyerangan kepada pemain-pemain Albania ketika menghadapi Serbia dalam laga matchday ketiga Grup I, 14 Oktober 2014.

Dipicu adanya drone yang membawa banner bertuliskan “Ubij, ubij, Šiptara” atau jika diartikan menjadi “Bunuh Orang-Orang Albania”, pemain kedua tim terlibat bentrok. Itu diperparah dengan fans Serbia yang menerobos masuk ke lapangan di Partizan Stadium, Belgrade. Setelah investigasi, UEFA pun memutuskan kemenangan WO 3-0 untuk Albania.

Berpegang dari pengalaman itu, UEFA punya penentuan tersendiri mengapa Kosovo tergabung di Grup I. Berdasarkan dari keputusan UEFA Emergency Panel, dengan alasan keamanan Kosovo tidak akan dipertemukan dengan Bosnia-Herzegovina dan Serbia. Itulah kenapa Bosnia-Herzegovina berada di Grup H bersama Belgia, Yunani, Estonia, Siprus,  dan Gibraltar. Sementara Serbia satu grup dengan Wales, Austria, Republik Irlandia, Moldova dan Georgia di Grup D. (ren)



Apa Pendapatmu?