Patroli Bersama Tiga Negara Belum Dilakukan

Indopos. co.id – Kasus penculikan warga Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di perairan Sulu, Filipina, terus berulang. Pemerintah Indonesia berinisiatif melakukan patroli bersama Filipina dan Malaysia untuk menanggulangi masalah ini. Namun, hal tersebut tak kunjung direalisasikan karena beberapa hal.

Diakui Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, strategi preventif ini memang belum bisa dilakukan karena perlu pelatihan khusus. Utamanya bagi para personil militer dari ketiga negara untuk bisa melakukan tugas tersebut. “Karena harus dilatih dulu apapun sifatnya, apapun kerjasamanya, apalagi yang namanya patroli angkatan perang harus dilakukan,” ujar Ryamizard kepada wartawan di Jakarta, Kamis (14/7).

Ia mengungkapkan bahwa peningkatan kapasitas belum bisa dilakukan karena tersandung beberapa hal. Pertama yakni mencocokkan waktu antar ketiga negara untuk berlatih bersama. Ryamizard juga mengatakan bahwa belum lama ini dirayakan Idul Fitri dan tidak etis bila melakukan latihan di saat seperti itu.

“Kemarin kan lebaran Masa lebaran latihan. marah-marah orang,” imbuhnya.

Namun demikian, Menhan menegaskan bahwa sudah ada itikad baik dari ketiga negara melakukan patroli bersama. Hanya menunggu waktu yang tepat untuk melakukan latiihan bersama. Ryamizard juga meyakinkan koordinasi antara dia bersama dua Menhan negara lain terus berlangsung guna merealisasikan hal itu.

Terkait patroli, ada pemetaan lokasi-lokasi prioritas di daerah rawan yang sudah disiapkan. Nantinya, ketiga Menhan akan berkoordinasi untuk menyepakati titik-titik yang perlu dilakukan patroli. “Dari koordinasi itu kita sudah putuskan nanti apa itu oke, baru nanti saya tanda tangan bertiga,” kata Menhan.

Baca Juga :

Universal Studios akan Hadir di Beijing

Sementara, disinggung mengenai WNI yang kerap dijadikan sasaran penculikan, Menhan mengaku tak tahu. Ia hanya ingin fokus menghentikan tindakan kriminal ini. Selain itu, ia mengimbau semua pihak baik aparat dan pengusaha untuk mengedepankan disiplin. Pasalnya, akar dari berulangnya masalah penculikan menurut Ryamizard disebabkan juga oleh ketidakdisiplinan.

“Yang ke depan gak boleh terjadi lagi asal kita disiplin, tentara ini yang pengusaha-pengusaha ini ikut disiplin. Juga kalau kita disiplin lihat kloter lain yang diculik terus ada lain yang diculik ya salah dia. karena kita mengawas diseluruh jalur ya nggak mungkin lo luas begitu,” ungkap Menhan. “Maka kuncinya adalah disiplin karena kalau nggak salah, hari Senin akan datang saya akan pergi ke Kalimantan Selatan, saya akan kumpulkan semua yang punya tongkang dan batubara saya kan bicara di sana. kita sudah berusaha kamu juga harus bisa menepati apa yang kita ingin kita lakukan,” pungkasnya. (adn)


loading...

Komentar telah ditutup.