Jalur Alternatif Masih Rawan Kejahatan

indopos.co.id  – Jalur alternative yang menjadi satu pilihan utama untuk menghindari kemacetan di wilayah Waena hingga Entrop kini belum bisa dibilang aman. Aksi pencurian dengan kekerasan (Curas) yang sebelumnya sempat meresahkan warga terutama di pertengahan tahun 2015 lalu dengan sejumlah korban, Jumat, (15/7) kembali terjadi. Tak tanggung-tanggung, pelaku berani mengeksekusi dua korbannya hanya dengan rentan waktu tak lebih dari setengah jam.

Korban pertama adalah Stenly yang bekerja sebagai PNS Pemprov dan korban kedua adalah Amir Siregar, mantan wartawan senior di Jayapura.

Cenderawasih Pos yang terhubung dengan korban Amir mendapat keterangan bahwa Jumat kemarin sekitar pukul 11.20 WIT dirinya bersama cucunya melintas dari arah Waena Perumnas III menuju Entrop. Setibanya di jalur panjang tak jauh dari bronjong sebelah kiri jalan tiba-tiba sekitar 30 meter di depan ada orang keluar dari semak-semak.

Menurut Amir, ciri-ciri pelaku tersebut menggunakan celana jeans berwarna hitam, berpostur tinggi tegap dan menggunakan sebo atau penutup wajah serta membawa parang. “Jadi saya bersama cucu saya dan setelah melewati jembatan tiba-tiba di jalur datar ada yang muncul dari semak-semak mencegat membawa parang. Saya sendiri memilih tidak berhenti tapi mencoba menabrakkan motor saya, sebab saya sendiri sudah tidak tahu mau berbuat apa,” cerita Amir tadi malam.

Baca Juga :

Crane Proyek Tol BORR Seksi IIIA Patah

Namun saat hendak menabrakkan motornya ini pelaku melompat langsung mengayunkan parangnya dan mengenai jari kelingking korban. “Saya bersyukur jari saya tidak putus,” tambahnya.

Setelah melarikan diri, Amir melapor ke Pos Polisi di Kampung Buton dan tak lama kemudian Polisi menuju TKP dan melepas tembakan ke udara. Namun Amir mengaku heran sebab Polisi langsung berhenti di lokasi kejadian meski tak diberitahu lokasi persisnya. “Jadi Polisi lebih dulu karena dia kencang dan saya heran kok dia tahu, artinya di lokasi ini memang sudah sering terjadi kasus serupa,” bebernya.

Baca Juga :

Tak lama kemudian korban bernama Stenly muncul dan menceritakan bahwa dirinya juga menjadi korban. “Disitulah saya tahu kalau sebelum saya ternyata ada korban lain. Kami padahal sempat berpapasan di ujung jembatan, artinya hanya beberapa menit setelah korban pertama, pelaku kembali beraksi,” imbuhnya.

Amir sedikit menyimpulkan bahwa pelaku sepertinya tahu mengambil posisi yang bisa dipakai untuk melihat dua arah jalan untuk memastikan korban berjalan sendiri.

Amir juga berharap dari kejadian ini Polisi bisa mengungkap pelakunya karena Polisi juga tahu lokasi mana yang sering dijadikan tempat mengeksekusi. “Ya saya minta seperti itu, ini tengah kota dan jarak antar pos tak lebih 2 Km tapi kok bisa dua korban dan saya yakin sebelum saya sudah banyak korban lainnya dan yang jadi pertanyaan adalah apakah sudah ada pelaku yang diungkap agar jangan terulang lagi,” sindirnya.

Kapolsek Abepura, Kompol Arnolis Korowa yang dihubungi via telepon mengaku belum menerima laporan tersebut. “Saya baru selesai kegiatan, nanti saya cek,” singkatnya. (ade/fud)

Komentar telah ditutup.