Pemerintah Sudah Maksimal Mendukung Kontingen Olimpiade

indopos.co.id – Sebagaimana diketahui, kabar gembira baru saja diperoleh dalam kaitannya dengan persiapan kontingen Indonesia untuk mengikuti Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro – Brazil ketika jumlah atlet yang akan berhak mengikuti bertambah menjadi 28 atlet menyusul diperolehnya 3 wildcard (2 atlet renang, 1 atletik) dan hal tersebut merupakan kabar poisitif dan menambah optimisme pemerintah yang sedari awal menargetkan untuk dapat kembali merebut medali emas. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pun telah berusaha keras dan mendukung secara maksimal terkait persiapan dan kesiapan kontingen yang akan mengikuti Olimpiade 2016 tersebut.

“Dukungan maksimal pemerintah tersebut diberikan agar semua kebutuhan dan kendala kontingen bisa teratasi, dan atlet bisa lebih fokus berjuang mempersembahkan prestasi terbaik bagi Indonesia saat berlaga di Brasil. Salah satu bentuk dukungan penuh pemerintah tersebut diantaranya mempercepat proses pencairan dana sebesar Rp 35 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) bagi kontingen Indonesia di Olimpiade XXXI / 2016,” kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Gatot S Dewa Broto dalam siaran persnya, Jumat (15/7).

Dana tersebut, kata dia, diberikan untuk keperluan Olimpiade seperti dalam bentuk try out atlet ke luar negeri, pengiriman atlet, uang saku, dan akomodasi atlet selama berada di Brazil.

“Dana untuk olimpiade tersebut dipecah dua termin. Termin pertama dicairkan Rp 24,5 miliar (70 persen) dan termin kedua Rp 10,5 miliar (30 persen). Dana untuk termin pertama sudah dicairkan pada 17 Juni 2016 ke rekening Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Pencairan dana tersebut dilakukan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) ke rekening KOI dan baru kemudian ke Chef de Mission (CdM) Olimpiade Rio de Janeiro 2016,” jelas Gatot.

Baca Juga :

Olimpiade Bukan Ajang Demonstrasi

Adapun dana termin kedua yang sebesar 30 persen, akan dicairkan setelah KOI bersama CdM Olimpiade 2016 melengkapi administrasi laporan pertanggungjawaban untuk penggunaan dana tahap pertama yang 70 persen.

Artinya, semakin cepat pertanggungjawaban keuangan termin pertama dibuat, semain cepat pula anggaran termin kedua bisa dicairkan. Dengan sudah tersedianya anggaran sebesar Rp 35 miliar sebagai salah satu dukungan utama pemerintah, diharapkan tidak ada lagi keluhan dan kendala bagi kontingen olimpiade. Tidak ada lagi cerita keterlambatan uang saku dan peralatan bagi atlet. Artinya, kontingen bisa fokus berjuang untuk merebut medali emas olimpiade seperti yang diharapkan pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia.

“Pemerintah juga berharap KOI bersama CdM Olimpiade 2016 bisa menggunakan dana tersebut secara efektif dan efisien. Dengan total kontingen 28 atlet (2 atlet dari cabang atletik, 7 dari angkat besi, 4 dari panahan, 10 atlet bulutangkis, 2 dari rowing, satu pebalap sepeda, dan 2 dari renang) dan lebih banyak dari kontingen olimpiade 2012 yaitu 22 atlet, peluang menghidupkan kembali tradisi emas yang terputus pada Olimpiade 2012, sangat terbuka lebar. Pemerintah kini menyerahkan amanat perjuangan untuk meraih emas itu kepada CdM Olimpiade 2016 selaku pimpinan kontingen,” pungkas Gatot yang juga Kepala Komunikasi Publik Kemenpora. (rmn)

Komentar telah ditutup.