Menjawab Tuntutan Hunian Ramah Lingkungan

indopos.co.id – Dengan perubahan iklim yang semakin cepat dan pertumbuhan populasi yang terus tumbuh, kebutuhan akan bangunan yang hemat biaya di Asia Tenggara kian mendesak. Olehkarena itu para pakar properti, pengamat, pengembang, dan konsumen akan dipertemukan. Mereka juga dapat berdialog langsung dengan para pembuat kebijakan, akademisi dan praktisi lingkungan bangunan yang memiliki reputasi internasional untuk mendiskusikan beragam cara baru untuk mengatasi berbagai isu terkait.

Pada pameran di Marina Bay Singapura itu akan hadir lebih dari 450 perusahaan. Mereka akan memamerkan teknologi maju kepada 12 ribu pengunjung. Lebih dari 300 rapat bisnis, dengan nilai transaksi lebih dari USD 125 juta, akan terjadi antara para pembuat keputusan, konsultan, pemanufaktur dan distributor.

Baca Juga :

Pergeseran Tanah, Satu Rumah Nyaris Ambruk

Build Eco Expo Asia Pasific diprediksi akan memimpin adopsi Internet of Things (IoT) pada 2020. Sehingga, pengadopsian teknologi hijau yang berfokus pada lot tersebut akan kian meningkat dalam industri bangunan berkelanjutan atau bangunan hijau. Seminar BEX Asia 2016 akan memusatkan perhatiannya pada tiga topik, yakni arsitektur hijau(green architectures), teknologi pintar (smart technologies) dansolusi hemat energi (energy efficient solutions) .

Disamping itu, untuk melanjutkan tradisi penyelenggaraan pameran, BEX Asia 2016 akan menghadirkan pula paviliun-paviliun dari Tionghoa, Taiwan dan Singapura, yang akan menawarkan beragam solusi terobosan kepada pengunjung regional. (vit)

Baca Juga :

Komentar telah ditutup.