Derby Banten di ISC B Berakhir Imbang

Indopos.co.id– Laga derby Banten babak penyisihan grup II Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016 yang mempertemukan Cilegon United (CU) melawan Persita tidak menghasilkan pemenang. Laskar Geger Cilegon -julukan CU- ditahan imbang Pendekar Cisadane -julukan Persita- dengan skor 1-1 pada laga yang dilangsungkan di Stadion Krakatau Steel (KS), Cilegon, Sabtu (16/7) sore.

Bermain imbang di kandang jelas menjadi kerugian tersendiri bagi skuat CU. Tambahan satu poin tidak memberi dampak terhadap posisi sementara Laskar Geger Cilegon di peringkat ketiga dengan poin tujuh. Sebaliknya tambahan satu poin yang diraih tim besutan Bambang Nurdiansyah mampu menghantarkan Egi Melgiansyah ke puncak klasemen sementara menggeser Perserang. Meski Persita dan Perserang sama-sama mengantongi poin 11, namun Pendekar Cisadane unggul produktifitas gol.

Akan tetapi, dengan tambahan satu poin masih memberi asa bagi skuat asuhan Imam Riyadi untuk lolos ke babak 16 besar. Dengan syarat pada sisa lima pertandingan lagi, tiga kandang dan dua tandang, Rinto Ali cs mampu memetik poin sempurna.

Jalannya pertandingan big match dua tim wakil Banten penghuni grup II ISC B 2016 yang dipimpin wasit M Khisfan dari Bengkulu berlangsung sengit. CU yang mengincar poin penuh langsung berinisiatif mengambil serangan mulai dari awal babak pertama dimulai. Sementara Persita terlihat bermain sabar dan hanya sesekali melakukan serangan balik.

Tercatat beberapa kali peluang yang diraih pemain CU di sepanjang babak pertama. Namun rapatnya barisan pertahanan Persita yang bermain sangat disiplin membuat semua peluang yang dimiliki CU tidak membuah kan hasil. Babak pertama pun berakhir imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, Laskar Geger Cilegon tetap terlihat mendominasi jalannya pertandingan. Serangan demi serangan terus digalakkan penggawa CU dari berbagai arah. Rapatnya pertahanan Persita akhirnya mampu juga dijebol oleh penggawa CU. Kapten CU Rinto Ali membawa timnya unggul 1-0 pada menit ke-76 melalui sundulan memanfaatkan kemelut di depan gawang Persita yang kawal Firmansyah.

Baca Juga :

Tersengat dengan gol tuan rumah, Pendekar Cisadane berusaha bermain lepas dan lebih banyak melakukan serangan. Usaha Egi Melgiansyah cs membuahkan hasil dua menit jelang pertandingan bubar, yakni menit ke-88 melalui sepakan Sirvi Arfani. Kedudukan di papan skor berubah menjadi sama kuat 1-1.

Insiden kecil bahkan sempat mewarnai detik-detik jelang berakhirnya babak kedua. Striker CU Ridho Nurcahyo terlibat pertengkaran dengan salah satu pemain belakang Persita. Dorong-dorongan antar pemain tidak dapat dihindari. Bahkan ofisial kedua tim juga turun ke lapangan untuk melerai keributan antar pemain. Seketika suasan Stadion KS menjadi bergemuruh. Untunglah wasit mampu meredam keributan dan permainan dilanjutkan. Semenit kemudian wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan usai dan kedudukan akhir bagi kedua tim tidak berubah dengan skor 1-1.

Mengomentari hasil pertandingan, CEO CU Yudhi Apriyanto mengaku kecewa. “Secara permaian cukup puas, namun hasil akhir sangat mengecewakan. Peluang cukup banyak, hanya finishing (penyelesaian akhir-red) sangat buruk. Ini harus secepatnya disikapi tim pelatih untuk menemukan solusi finishing,” kata Yudhi di Stadion KS, Cilegon, Sabtu (16/7) sore.

Yang paling disorotinya adalah performa lini bertahan. Ia menilai lini belakang CU sangat rapuh. “Kami mengakhiri babak penyisihan putaran pertama dengan hasil kurang bagus. Memasuki putaran kedua, kami akan melakukan evaluasi besar-besaran. Terutama untul lini bertahan yang sangat rapuh. Kami butuh tambahan amunisi pada posisi stoper, gelandang serang, dan striker. Untuk pemain incaran sudah ada, tinggal negosiasi saja,” jelasnya.

Senada, Asisten Pelatih CU Tb Hidayatullah juga mengkritisi penampilan lini bertahan. Ia menilai lini bertahan tidak memiliki komunikasi yang bagus. “Selaku tuan rumah kami sangat kecewa dengan hanya meraih satu poin, karena target kami poin penuh. Evaluasi jelas terhadap lini bertahan yang kurang koordinasi dan juga konsentrasi yang buruk,” ucapnya singkat.

Terpisah, Asisten Pelatih Persita Wiganda Saputra mengaku hasil imbang atas CU merupakan sebuah hasil akhir yang memaskan. “Target awal kami memang tidak kehilang poin ketika menyambangi kandang lawan. Kalau tidak menang ya imbang. Semua pemain juga bermain sangat bagus. Kami akui di babak pertama anak-anak bermain terlalu hati-hati, tapi di babak kedua kami bisa mengimbangi lawan. Kedepan kerja sama tim dan lini bertahan harus dievaluasi lagi,” ujarnya singkat. (dre)

Komentar telah ditutup.