Alexa Metrics

Brasil Bertumpu Pada Neymar dan New Neymar di Olimpiade

Brasil Bertumpu Pada Neymar dan New Neymar di Olimpiade

Indopos.co.id- MISI yang dibawa Brasil di Olimpiade 2016 tidak beda jauh dengan Argentina. Mereka ingin mencari pelampiasan setelah hancur lebur dalam perhelatan Copa America Centenario. Bila Argentina mengakhirinya dengan predikat runner up, maka Selecao lebih buruk, yakni sudah gugur di fase grup.

Di samping itu, gengsi sebagai tuan rumah sudah pasti membuat Brasil ingin habis-habisan. Apalagi, mereka belum pernah merasakan manisnya menggenggam medali emas untuk ajang Olimpiade. Selama keikutsertaan Brasil di multievent tersebut, prestasi terbaik Brasil adalah medali perak tiga kali dan dua kali sebagai pemilik medali perunggu.

”Aku rasa, kami bisa belajar dari segala aspek. Dan, bila Brasil masih belum bisa meraih medali emas Olimpiade kali ini, itu berarti waktunya belum tepat,” ujar Neymar yang menjadi bagian dari skuad Brasil di atas usia 23 tahun kepada rio2016.

”Harapanku, tentu bisa menjadi juara bagi tim dan rakyat Brasil, apalagi kami adalah tuan rumah. Juara di Maracana pasti luar biasa, tidak terlupakan, dan anda akan tahu bahwa kami akan memberikan yang terbaik agar hal tersebut bisa terjadi,” sambung bomber Barcelona tersebut.

Neymar memang menjadi andalan Brasil untuk bisa mengakhiri paceklik medali emas Olimpiade. Terlebih, kiprah Brasil dalam lima edisi Olimpiade terakhir juga tidak terlalu buruk. Dua kali perunggu (1996 dan 2008) plus jadi runner up empat tahun lalu alias olimpiade pertama mantan pemain Santos itu.

”Mengenakan jersey Brasil selalu membanggakan. Olimpiade kali ini sangat spesial, begitu pula empat tahun lalu di London. Aku akan all out untuk edisi 2016 ini,” lanjut Neymar.

Namun, Neymar bukanlah bintang tuan rumah yang akan berpendar sendirian. Akan ada dua nama lain yang akan menjadi pusat perhatian, yakni Gabriel Barbosa dan Gabriel Jesus. Dua Gabriel yang diprediksi akan mengilap di perhelatan Olimpiade kali ini.

Bahkan, Barbosa kini bergelar New Neymar. Barbosa juga berjuluk Gabigol. Pemain 19 tahun tersebut memang memiliki karakteristik permainan yang mirip dengan Neymar. Klub tempat dia bernaung pun sama, yakni Santos.

Sejak melakoni debut di usia 16 tahun, Barbosa berhasil mencetak 55 gol dari 151 pertandingan. Tetapi, Gabriel yang lain, yakni Jesus, juga dikomparasikan dengan hal serupa dengan Neymar. Bahkan, performa yang ditunjukkan Jesus lebih dahsyat. Mencetak 91 gol dari 92 laga yang dilakoni sejak 2013 hingga 2015 di level U-17 bersama Palmeiras junior.

Saat melakoni debut di tim senior Palmeiras pada 2015, Jesus memiliki andil untuk mempersembahkan Copa do Brasil dan dipilih menjadi Best Newcomer di tahun yang sama. Kedua pemain tersebut memiliki kelebihan dari dribel, kecepatan penetras, dan trik khas negeri samba seperti Neymar dan Ronaldinho.

Namun, keberadaan seabrek talenta brilian juga bisa menjadi titik lemah bagi pelatih Brasil Rogerio Micale. Dan, hal itu disadari sepenuhnya oleh pelatih 47 tahun itu. Menurut dia, Brasil harus bisa menjadi diri sendiri untuk bisa melangkah jauh di Olimpiade tahun ini.

”Brasil bukan Spanyol atau Jerman. Kami harus menjadi diri sendiri dengan ciri khas permainan sendiri,” ujar Micale sebagaimana dilansir dari Goal. ”Inti permainan Brasil selama ini adalah kreativitas, improvisasi, dan dribel satu lawan satu. Tetapi itu tidaklah cukup,” lanjutnya.

”Kita harus bisa keluar dari pakem yang ada. Bakat-bakat muda harus dimanfaatkan secara optimal. Saya khawatir dengan cara meniru permainan dari tim lain yang bisa membuat ciri khas talenta asli negeri ini menjadi hilang,” sambung Micale lagi.

Pernyataan eks pelatih Brasil U-20 tersebut merujuk kepada gaya kepelatihan Josep Guardiola yang menurutnya sangat menginspirasi. Micale terkesima dengan kemampuan pelatih Manchester City tersebut yang melihat pemain tidak melulu terpaku pada posisi “kebiasaannya”.

”Posisi yang dimainkan tidak terpaku pada nomor punggung pemain di lapangan. Itu sudah ketinggalan zaman dan tidak cocok dengan sepak bola modern. Sepak bola adalah permainan yang menuntut untuk selalu bergerak dan variasi taktik tanpa batas,” tandanya. (io)



Apa Pendapatmu?