?Kemenkes Laksanakan Vaksinasi Ulang

Indopos.co.id – Kementerian Kesehatan akan memulai vaksinasi ulang di Puskesmas Ciracas, Jakarta Timur. Sebanyak 197 pasien yang mendapatkan vaksin palsu di Klinik Bidan EN, setelah proses verifikasi data dan pemeriksaan kesehatan, akan mendapatkan vaksin yang disediakan Pemerintah.

“Pasien diimunisasi dengan vaksin asli di Puskesmas,” tutur Ketua Satgas Vaksin Palsu, Maura Linda Sitanggang kepada wartawan, Minggu (17/7).

Baca Juga :

Untuk diketahui, sebelum dilakukan imunisasi ulang, Satgas bekerja sama dengan Puskesmas dan aparat setempat telah melakukan komunikasi dengan orang tua dan pemeriksaan pasien. Dikatakan Maura, hal ini berguna untuk memastikan nama pasien, usia dan jenis vaksin yang didapatkan. Detail pasien penting dalam melakukan verifikasi agar tidak salah target.

“Satgas dalam proses verifikasi data pasien sekaligus menyiapkan imunisasi ulang,” imbuhnya.

Baca Juga :

Proses Izin Edar Obat Dipangkas Kemenkes

Sekedar informasi, Satgas Vaksin Palsu yang terdiri dari Kemenkes, BPOM, Bareskrim Polri dan IDAI telah melakukan pendalaman paska diumumkannya rumah sakit yang diduga gunakan vaksin palsu. Selain melakukan pendataan nama pasien yang mendapatkan vaksin palsu, Satgas melakukan audit pelayanan kefarmasian yang dijalankan rumah sakit. Audit dilakukan dari proses perencanaan, penggunaan dan pemusnahan limbah vaksin. Disamping itu, Satgas juga mendalami kemungkinan keterlibatan pihak manajemen.

Adapun sebelumnya Maura juga telah menerima data terkait vaksin palsu di Fasilitas Kesehatan. Ditemukan dalam 14 RS di beberapa kota, tidak semuanya menggunakan vaksin palsu dalam praktek imunisasi. Ada juga perbedaan waktu dan penggunaan vaksin di setiap rumah sakit.

“Tidak semuanya menggunakan jenis vaksin palsu. Hasil pendalaman Satgas, juga setiap rumah sakit berbeda tentang waktunya,” Imbuh Maura.

Mayoritas jenis vaksin palsu yang digunakan rumah sakit tersebut yakni pediacel dan tripacel. Kedua vaksin ini merupakan impor dari luar negeri. Dari 14 rumah sakit itu juga berbeda waktu menggunakan vaksin palsu. Ada RS yang beberapa bulan menggunakan vaksin itu di 2016, ada juga yang tahun lalu dan padaa 2014.

Terpisah, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Oscar Primadi menjelaskan bahwa Satgas Vaksin Palsu telah melakukan pendalaman paska diumumkannya rumah sakit yang diduga gunakan vaksin palsu. Diantara rumah sakit yang telah didatangi oleh Satgas adalah RS Harapan Bunda di Jakarta Timur dan RS Sayang Bunda di Bekasi.

“Satgas telah mendatangi RS Harapan Bunda dan RS Sayang Bunda. Secepatnya akan disusul nanti rumah sakit lain. Tujuanya menemukan nama-nama pasien yang mendapatkan vaksin palsu,” ujarnya.

Tim juga melakukan audit pelayanan kefarmasian yang dijalankan rumah sakit sejak proses perencanaan, penggunaan dan pemusnahan limbah vaksin. Disamping itu, Satgas juga mendalami kemungkinan keterlibatan pihak manajemen. (adn)

Komentar telah ditutup.