Naga Mekes Kian Terpuruk

Indopos.co.id– Mitra Kutai Kartanegara belum juga move on dari hasil buruk. Ya, tim besutan Subangkit ini dengan terpaksa harus menyerah dengan skor 2-3 (0-2) saat menjamu Bhayangkara Surabaya United (BSU) dalam pertandingan pekan ke-10 Torabika Soccer Championship (TSC) di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, tadi malam.

Itu adalah dua kekalahan beruntun yang dialami oleh tim dengan julukan Naga Mekes ini. Sebelumnya, Yogi Rahadian dan kawan-kawan juga harus pulang dengan kepala tertunduk saat bertandang ke markas Madura United dengan skor 2-3 di pekan ke-9. Hasil buruk tersebut membuat Mitra harus melorot ke peringkat sepuluh klasemen sementara.

Baca Juga :

Dalam laga itu, tim tamu sudah tampil menggebrak sejak menit-menit awal. Hasilnya pun efektif, striker BSU Rudi Widodo sudah bisa membuka keunggulan untuk timmnya saat pertandingan baru berjalan enam menit. Tidak berselang lama, tepatnya di menit ke-14, BSU kembali mempertebal keunggulan mereka lewat gol bek asal Brasil Otavio Dutra.

Di babak kedua, Naga Mekes berhasil menyamakan kedudukan lewat dua gol balasan yang masing-masing dicetak oleh Yogi Rahadian pada menit ke-48 dan Michael Orah di saat laga memasuki menit ke-67. Sayang, tim tamu berhasil membuyarkan hasil imbang tersebut setelah striker BSU Thiago Furtuoso mencetak satu gol kemenangan bagi timnya di masa injury time.

“Kami melihat Mitra Kukar terlambat panas sehingga kami menguasai jalannya pertandingan. Terutama di 25 menit pertama,” kata Ibnu Grahan, pelatih BSU setelah pertandingan. “Tapi, di babak kedua, kami banyak melakukan kesalahan sendiri yang membuat tuan rumah bisa menyamakan kedudukan,” ungkapnya.

Senada dengan sang pelatih, Fandi Eko Utomo, gelandang serang BSU mengungkapkan bahwa, sepak bola tidak hanya membutuhkan teknis bagus dan mental kuat dari semua pemain. Tapi, lebih dari itu, tim juga membutuhkan keberuntungan. “Dan, dalam pertandingan tadi, keberuntungan itu ada di pihak kami,” tegas Fandi

Baca Juga :

Bhayangkara Gunduli Mitra Kukar

Sementara itu, Subangkit tidak mampu menutupi kekecewaannya setelah melihat tim besutannya kembali menelan kekalahan. Apalagi, hasil buruk itu harus mereka terima di depan pendukung sendiri. “Ini (kalah, Red) karena anak-anak terlalu memberikan kesempatan kepada tim lawan di babak pertama,” keluh mantan pelatih Sriwijaya FC ini.

Selain itu, absennya bek asing mereka asal Brasil, Arthur Cunha akibat akumulasi kartu kuning juga menjadi faktor penyebab kekalahan itu. “Tanpa Arthur secara otomatis lini belakang kami sangat kedodoran. Kami akan  mengevaluasi hasil buruk ini agar tidak terjadi lagi di pertandingan berikutnya,” ujar Subangkit. (ben/jpg)

Komentar telah ditutup.