Tinggi, Potensi Pengakuan Kepemilikan Efek

JAKARTA, indopos.co.id – Program pengampunan pajak diprediksi membuat pemilik saham yang selama ini menguasai efek atau saham melalui special purpose vehicle melakukan deklarasi kepemilikan. Bursa Efek Indonesia (BEI) memprediksi nilai deklarasi kepemilikan efek tersebut mencapai Rp 400 triliun.

Meski deklarasi kepemilikan saham dapat bersifat non pembayaran (non payment), pengakuan aset yang selama ini seolah-olah dimiliki pihak ketiga itu berpotensi menambah nilai objek pajak penghasilan bagi negara.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat menyatakan, proses perpindahan kepemilikan terkait tax amnesty dapat berupa transaksi perpindahan kepemilikan saham maupun sekadar pengakuan kepemilikan tanpa perpindahan hak kepemilikan.

”Perpindahan aset akan terjadi dari satu orang ke orang lain. Kami hitung lumayan besar. Mungkin Rp 400 triliun kalau mereka lakukan (pengakuan kepemilikan),” terang Samsul di gedung BEI, (15/7).

Samsul menyebutkan, kepemilikan saham dengan menggunakan nama atau bendera lain di dalam maupun luar negeri sebenarnya lumrah di pasar modal. Namun, karena kepemilikan saham perusahaan terkait dengan jumlah aset wajib pajak, pemegang saham harus melakukan pembenaran surat pemberitahuan pajak. ”Misalnya, dari tadinya asetnya lima jadi tambah banyak,” tuturnya.

Karena berkaitan dengan peluang terjadinya penyidikan pajak di masa depan, BEI berharap pemilik aset memanfaatkan momen tax amnesty untuk mendeklarasikan kepemilikan saham perusahaan.

Baca Juga :

Kacamata Kayu

Hal lain yang dilakukan pemilik dana repatriasi adalah investasi di pasar reguler, investasi di pasar negosiasi atau mengonversikan kepemilikan efek yang selama ini tidak diakui sebagai miliknya.

BEI berharap pintu masuk dana repatriasi melalui pasar saham. Dengan demikian, dana yang di-locked up selama tiga tahun tersebut bisa berputar ke sektor riil melalui reinvestasi. Investasi di instrumen pasar modal melalui manajer investasi maupun perusahaan efek merupakan dua pintu masuk dana repatriasi. Satu pintu lain adalah masuk ke sektor perbankan.

BEI memiliki kriteria perusahaan efek alias broker yang layak menangani dana tax amnesty. Pertimbangan pemilihannya berdasar kekuatan permodalan serta rekam jejak tata kelola perusahaan yang baik.

”OJK berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk menetapkan kriteria broker yang masuk atau memfasilitasi dana hasil reptariasi,” imbuh Samsul. (gen/c5/noe/jpnn)

Komentar telah ditutup.