Alexa Metrics

Lagi, CdM Olimpiade Janji Bantu Tommy Sugiarto

Lagi, CdM Olimpiade Janji Bantu Tommy Sugiarto

Indopos.co.id– Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia untuk Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Raja Sapta Oktohari mengaku siap membantu kesulitan Tommy Sugiarto selama menjalani persiapan Olimpiade Rio.

Hal ini diungkapkan Okto usai memperkenalkan seragam defile  yang akan dikenakan tim Merah-Putih saat upacara pembukaan event olahraga terbesar di dunia itu pada 5 Agustus mendatang di Jakarta, kemarin, malam.“ Sejauh ini belum ada permintaan secara resmi dari Tommy, kalau ada, kami siap membantu. Bukan hanya Tommy, tapi juga atlet lain,” ujar Okto kepada INDOPOS.

Ya, sebelumnya Icuk Sugiarto ayah Tommy  mengeluh soal kurangnya  perhatian dari   pemerintah kepada Tommy yang akan berlaga di Olimpiade Rio. Padahal Tommy tampil di olimpiade untuk membela negara. “ Dipanggil kejuaraan  tingkat RT saja, anak saya diberikan fasilitas.Massa untuk membela negara  di olimpiade tidak ada, bahkan di tengok saat  Tommy latian pun tidak,”kata Icuk pada satu kesempatan.

Menurut Okto, dirinya sudah berbicara langsung dengan Tommy. Dalam pembicaraan tersebut, kata  Okto, Tommy mengaku baik-baik saja dan tidak ada keluhan mengenai  fasilitas latihan. “ Saya kenal baik dengan Icuk Sugiarto ayah Tommy. Jadi, kalau ada keluhan pasti langsung disampaikan ke kami,” papar Okto.

Sementara itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pun telah berusaha keras dan mendukung secara maksimal terkait persiapan dan kesiapan kontingen  yang akan mengikuti Olimpiade 2016 tersebut.Dukungan maksimal pemerintah tersebut diberikan agar semua kebutuhan dan kendala kontingen bisa teratasi, dan atlet bisa lebih  fokus berjuang mempersembahkan prestasi terbaik bagi Indonesia  saat berlaga di Brasil.

Salah satu bentuk dukungan penuh pemerintah tersebut di antaranya adalah mempercepat proses pencairan dana sebesar Rp 35 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) bagi kontingen Indonesia di Olimpiade XXXI / 2016. Dana tersebut diberikan untuk keperluan Olimpiade seperti  dalam bentuk try out atlet ke luar negeri, pengiriman atlet, uang saku, dan akomodasi atlet selama berada di Brazil.

Dana untuk olimpiade tersebut dipecah dua termin. Termin pertama dicairkan Rp 24,5 miliar (70 persen) dan termin kedua Rp 10,5 miliar (30 persen). Dana untuk termin pertama sudah dicairkan pada 17 Juni 2016 ke rekening Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Pencairan dana tersebut dilakukan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) ke rekening KOI dan baru kemudian ke Chef de Mission (CdM) Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Ada pun dana termin kedua yang sebesar 30 persen, akan dicairkan setelah KOI bersama CdM Olimpiade 2016 melengkapi administrasi laporan pertanggungjawaban untuk penggunaan dana tahap pertama yang 70 persen.

Artinya, semakin cepat pertanggungjawaban keuangan termin pertama dibuat, semain cepat pula anggaran termin kedua bisa dicairkan. Dengan sudah tersedianya anggaran sebesar Rp 35 miliar sebagai salah satu dukungan utama pemerintah, diharapkan tidak ada lagi keluhan dan kendala bagi kontingen olimpiade. Tidak ada lagi cerita keterlambatan uang saku dan peralatan bagi atlet. Artinya, kontingen bisa fokus berjuang untuk merebut medali emas olimpiade seperti yang diharapkan pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia.

Pemerintah juga berharap KOI bersama CdM Olimpiade 2016 bisa menggunakan dana tersebut secara efektif dan efisien. Dengan total kontingen 28 atlet (2 atlet dari cabang atletik, 7 dari angkat besi, 4 dari panahan, 10 atlet bulutangkis, 2 dari rowing, satu pebalap sepeda, dan 2 dari renang) dan lebih banyak dari kontingen olimpiade 2012 yaitu 22 atlet, peluang menghidupkan kembali tradisi emas yang terputus pada Olimpiade 2012, sangat terbuka lebar. Pemerintah kini menyerahkan amanat perjuangan untuk meraih emas itu kepada CdM Olimpiade 2016 selaku pimpinan kontingen. (bam)

 



Apa Pendapatmu?