Bangun Pabrik Minyak Goreng

JAKARTA, indopos.co.id – PT Perkebunan Nusantara (PN) III segera memulai konstruksi pabrik minyak goreng di kawasan Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, tahun ini. Perusahaan pelat merah di bidang perkebunan ini menginvestasikan dana sebesar Rp 558 miliar. Perusahaan holding perkebunan ini mengklaim segala proses kesiapan lahan sudah selesai, sehingga konstruksi pabrik diharapkan dapat segera dimulai.

Direktur Utama PTPN III Elia Massa Manik mengatakan, pembangunan pabrik merupakan salah satu program perluasan hilirisasi yang ditempuh PT PN III. Perusahaan memutuskan membangun pabrik minyak goreng karena teknologinya yang dapat segera direalisasikan. Pemerintah mendorong perusahaan-perusahaan BUMN yang selama ini fokus menggarap sektor hulu (upstream), lanjut Elia, untuk dapat berinvestasi masuk sektor hilir (downsteeam).

Sehingga dapat memanfaatkan produksi sendiri dan menghasilkan produk akhir dari komoditas tersebut.

“Kami mau memulai konstruksi untuk bangun pabrik minyak goreng dengan kapastias produksi sebesar 600.000 ton di Sei Mangkei. Di sana kami memiliki lahan 2.000 hektare,” jelas Elia pada wartawan di kawasan Kuningan, Jakarta, Senin (18/7).

Baca Juga :

Perusahaan-perusahaan pelat merah, lanjut Elia, tengah melakukan riset untuk melihat peluang pembangunan pabrik-pabrik yang menghasilkan produk-produk turunan kelapa sawit. Kendati demikian, dia mengatakan, perusahaan BUMN tetap berhati-hati dan selektif dalam memilih peluang yang dapat dijajaki, mengingat tahun lalu BUMN Perkebunan masih mencatatkan rugi Rp 615 miliar.

“Kita harus step by step karena finansial agak terdepresi. Terkait pembangunan pabrik minyak goreng, perseroan masih menghadapi beberapa kendala seperti minimnya infrastruktur sehingga secara langsung turut menjadi faktor pengerek harga gas sebagai bahan bakar utama. Ada beberapa persoalan infrastruktur di Sei Mangkei yang harus kita bereskan, ini semua sedang dibereskan seperti akses dan masalah gas. Kalau urusan gas itu saya kira banyak berhubungan dengan policy pemerintah,” paparnya.

Seperti diketahui, PTPN III merupakan perusahaan perkebunan milik negara yang bergerak di bidang usaha perkebunan kelapa sawit dan produk hilir karet. Luas konsesi sawit perusahaan ini yaitu sekitar 105.000 hektare, sedangkan luas kebun karet yaitu 38.000 hektare. Tahun lalu BUMN Perkebunan memproduksi 1,8 juta ton minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dari total 440.000 hektare lahan. Tahun ini, produksi diprerkirakan tetap di level tersebut mengingat dampak el nino tahun lalu menekan produktivitas buah hingga tahun ini. “BUMN Perkebunan pun masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup penting yaitu mendongkrak produktivitas yang saat ini hanya bertengger di angka 18,5 ton tandan buah sawit per hectare,” pungkasnya. (ers)


loading...

Komentar telah ditutup.