Alexa Metrics

Wapres Tekankan Pentingnya Kualitas SDA

Wapres Tekankan Pentingnya Kualitas SDA

JAKARTA, indopos.co.id – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memberikan kuliah umum di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, kemarin. Dalam kegiatan itu, pria yang kerap disapa JK ini menjelaskan potensi praja, sebutan pelajar di IPDN, apabila telah lulus dari sana.

Dijelaskan, praja yang telah dididik secara disiplin dan taat hukum bisa merubah bangsa ini menjadi lebih baik. JK sendiri mencontohkan struktur dari beberapa negara yang telah dia kunjungi. Seperti Mongolia, Belanda, Jepang, dan Korea.

Menurut Wapres asal Makassar itu, negara-negara itu dapat dikatakan tidak memiliki keunggulan dari segi Sumber Daya Alam (SDA). Namun berhasil mengokupansi negara lain pada masanya, atau berkembang menjadi negara maju di era modern.

“Karena mereka menjalankan pemerintahan dengan disiplin dan hukum, dia menerapkan hukum yang baik. Dia menerapkan disiplin yang baik. tentu dengan ada kekerasan yang besar. Tapi dengan kekerasan saja pasti tidak bisa, tapi dia menjalankan sistem pemerintahan yg disiplin,” tutur JK.

Nah, para praja yang nantinya akan menempati posisi di kecamatan seluruh Indonesia bisa menjadi pemicu perubahan di tanah air. Sebab, menurut JK pemerintahan di tingkat itu adalah tempat para profesional sebenarnya.

Tak hanya tugas bersifat administratif, lulusan IPDN diminta menjadi pelayan dengan menyerap aspirasi masyarakat. “Artinya sangat penting untuk menyerap aspirasi sekaligus menjalankan aspirasi itu kepada masyarakat kita,” kata JK.

Tujuannya, lanjut JK, bukan kepada perolehan karir tinggi atau pundi-pundi rupiah. “Bukan hanya mengurusi pemerintahan umum, juga melihat bagaimana masyarakat maju dengan pertanian, perdagangan, dalam banyak bidang kehidupannya. Yang didasari oleh inovasi dan kreatifitas. Itulah tugas pamong praja pada masa kini,” tegasnya.

Adapun saat ini kondisi daerah dengan semangat otonomi dijelaskan JK bisa menjadi penghalang. Menurutnya inilah tugas dari pamong praja untuk menggalang persatuan di tengah keberagaman. Otonomi menurutnya adalah tantangan untuk alumni IPDN mempraktekkan bhineka tunggal ika di tengah-tengah masyarakat.

“Jangan kita jadi terkotak-kotak kaarena semangat otonomi. Justru kenapa anda disatukan di Sumedang ini, di IPDN ini, karena kami ingin ada spirit kebangsaan tumbuh di sini,” ujar JK.

Di kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengingatkan pada para calon purna praja untuk menjaga kehormatan institusi dan Kementerian Dalam Negeri. Mereka yang akan lulus pada Agustus 2016 nanti harus bisa mencerminkan pendidikan disiplin dari IPDN.

Terutama dalam menentukan siapa lawan dan siapa kawan di ranah praktek kerja mereka di Kecamatan. Tjahjo lantas mencontohkan adanya oknum dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tertentu di suatu daerah.

“Ada kemarin SKPD di Provinsi mencaci maki Kemendagri di depan umum. Saya bilang ke Sekjen, pecat orang ini meskipun sudah puluhan tahun jadi PNS, meskipun eselon dua, harus kita beri sanksi. Kewibawaan kita tergantung dari ini,” tutur Tjahjo. (adn)



Apa Pendapatmu?