Alexa Metrics

Produk Impor Ancam Kosmetik Lokal

Produk Impor Ancam Kosmetik Lokal

indopos.co.id – Mulai mendominasinya produk kosmetik dari luar negeri membuat pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia melambat. Hingga semester pertama 2016, pertumbuhan industri kosmetik Indonesia hanya mencapai 9 persen. Angka tersebut jauh dari target awal yang diharapkan mampu tumbuh hingga 15 persen.

Ketua Harian Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika (PPAK) Indonesia, Sofian Solihin mengaku, saat ini produk kosmetik impor telah merebut pasar domestik hingga 60 persen. Dimana produk asal Tiongkok mendominasi. Sedangkan produk lokal hanya kebagian 40 persen dari total pasar kosmetik. “Apalagi saat nilai tukar Yuan melemah, maka produk kosmetik impor bakal makin membanjiri pasaran,” kata Sofian ketika ditemui di Grand City Surabaya, pekan lalu.

Ia menyebut jika Permendag No. 22 tahun tahun 2016 tentang Ketentuan Umum Distribusi Barang membuat produk impor terus meningkat. Dalam permendag tersebut, terdapat aturan bahwa produsen skala usaha besar dan menengah serta importir tidak diperbolehkan untuk langsung mendistribusikan produk mereka ke pengecer. Padahal, di pasal 20 tertulis bahwa importir yang juga bertindak sebagai distributor dapat menjual secara langsung kepada pengecer.

“Itu jelas merugikan produsen kosmetik lokal. Aturan itu membuat rantai distribusi makin bertambah. Padahal, UMKM masih memiliki kendala untuk masuk ke perusahaan distribusi dan minim dana jika harus membuat perusahaan distribusi sendiri,” papar Solihin. Solihin pun mengeluhkan aturan tersebut. Sebab, dari 760 pelaku industri kosmetik di Indonesia, sebanyak 92 sampai 95 persen merupakan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM).

“Kalau peraturan ini terus diterapkan, kami khawatir produsen kosmetik lokal bakal makin tergerus. Pasalnya produk impor dengan mudah masuk ke pasar nasional. Aturan itu juga pro pada pelaku usaha besar saja. Padahal pelaku usaha besar di Indonesia hanya 2 sampai 3 persen,” lanjutnya. Kondisi industri kosmetik dalam negeri juga makin terancam dengan adanya wacana pengenaan cukai kemasan plastik. Jika aturan tersebut diterapkan, maka bakal makin melemahkan industri kosmetik di Indonesia.

“Cukai plastik bakal membuat harga kosmetik naik. Hal itu bakal membiat kami makin sulit bersaing dengan produk impor yang memiliki harga terjangkau. Selain itu, adanya beban cukai akan mendorong daya beli masyarakat terhadap produk kosmetik menurun. Sehingga menyebabkan produksi kosmetik dalam negeri juga anjlok,” pungkasnya. (gus/hen/jpg)



Apa Pendapatmu?