Kejaksaan Tahan Eks Kadinkes Bekasi

indopos.co.id – Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bekasi, Muharmansyah Boestari alias dokter Arie akhirnya dijebloskan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Cikarang oleh penyidik Kejaksaan Negeri Cikarang, Selasa (19/7) siang.

Arie diduga melakukan dugaan tindak pidana korupsi alat incinerator tahun 2013. ”Kami sudah tahan yang bersangkutan setelah menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kajari Cikarang Rudy Panjaitan, kemarin. Rudy mengatakan, penahanan ini untuk mempermudah penyelidikan, meski selama ini Arie terbilang kooperatif dalam proses pemeriksaan Seperti diketahui, sebelum ditahan dokter Arie sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Cikarang pada 29 Februari 2016.

Baca Juga :

Pergeseran Tanah, Satu Rumah Nyaris Ambruk

Arie ditahan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi pengadaan alat penghancur limbah medis (incinerator) di 17 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) wilayah setempat senilai Rp 2 miliar pada APBD 2013. Rudy mengatakan, dalam kasus ini pihaknya sudah menerima uang sekitar Rp 1,7 miliar dengan kerugian negara yang diduga diselewengkan.

Uang tersebut dikembalikan oleh Arie sebesar Rp 500 juta dan sisanya Rp 1,2 miliar oleh perusahaan rekanan yang turut serta dalam proses pengadaan incinerator. Meski begitu, kata Rudy, pihak rekanan dalam proyek tersebut tidak dijadikan tersangka. Alasannya, mereka mengadakan incinerator berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) yang dikeluarkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PKK).

Baca Juga :

Menyangkut pengembalian uang, kata Rudy, tidak akan memutus proses hukum yang berlangsung. Namun, dia mengaku pengembalian ini bakal menjadi pertimbangan hakim dan tuntutan JPU di persidangan. ”Ada selisih uang pengembalian sekitar Rp 100 jutaan mengingat nilai kerugian negara sebesar Rp 1,8 miliar. Nanti sisanya kita lihat di pengadilan, dibebankan kepada siapa soal selisih kerugian negara itu,” jelas Rudy.

Sebelumnya, penyidik terlebih dahulu mengamankan Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Perencanaan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi berinisial AM pada 6 November 2015 lalu. AM kini ditahan di Lapas Bulak Kapal, Bekasi Timur, Kota Bekasi. AM ditahan karena berperan dalam pengadaan 17 unit mesin incinerator pada tahun 2013 lalu sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Akibat perbuatannya, tersangka Arie dijerat Pasal 2 ayat 1, Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 2009, sebagaimana diubah dan ditambah UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 2009 mengenai tindak pidana korupsi (Tipikor), subsider pasal 3, Junto (Jo) pasal 16 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Baca Juga :

Terpisah, Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin mengatakan, pihaknya sudah mencopot Arie dari jabatannya. Untuk sementara waktu, posisi Kepala Dinas Kesehatan diisi oleh pelaksana tugas (Plt) Oded Supriatna Yahya yang menjabat sebagai Asisten Daerah II Bidang Pembangunan. ”Yang bersangkutan sudah dicopot dari jabatannya, agar mempermudah kepentingan penyelidikan atas kasus yang dialaminya,” tandas politisi partai Golkar ini. (dny)

Komentar telah ditutup.