Trend Pokemon GO, Politisi PDIP Ingatkan Penyalahgunaan Aplikasi

indopos.co.id – Fenomena luar biasa diciptakan Pokemon GO ternyata tak berlaku untuk Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu. Ia mengaku tidak tertarik untuk menjadi trainer yang memburu Pokemon.

“Aku nggak pengen ikut dalam promosi-promosi aplikasi game itu. Terlalu menyita waktu,” ujarnya saat ditemui di Gedung Bimasena, Dharmawangsa, Jakarta, Minggu (17/7). ?

Baca Juga :

Pokemon Go Tak Berlaku di Ponsel Lama

Kecemasan justru dilontarkan Politikus PDIP itu, aplikasi itu bisa saja disalahgunakan. Misalnya digunakan teroris atau pihak-pihak yang mengancam objek vital negara.

Pokemon GO ?nyatanya bisa dimainkan hingga ke Istana Negara, DPR, bahkan ke kantor kepolisian. ?Keunikan game yang dirilis oleh Niantic Labs dan The Pokemon Company itu, player diharuskan bergerak atau berjalan dengan bantuan GPS.

Penggunaan Teknologi augmented reality (AR), yang membuat pemain bisa melihat sosok Pokemon di layar smartphone seolah berada di dunia nyata, menjadi magnet tersendiri.?

“Semuanya terditeksi, kepantau. Permainannya kan menggunakan GPS langsung. Titik yang tidak terpantau peta satelit. Aplikasi Pokemon ini bisa masuk ke gang-gang, kemana-mana,” imbuhnya.?

Baca Juga :

Games Pokemon GO Mengalami Penurunan

Saat ini, dengan kemajuan teknologi, aplikasi maupun game seperti Pokemon GO tidak bisa dihindari. Kendati demikian, pemerintah perlu mengkaji keberadaannya. Perlu diperhitungkan dampak aplikasi tersebut.

“Harus ada kajian ke depannya, jangan sampai aplikasi menjadi mata dan telinga pemilik aplikasi dan bisa disalahgunakan,” pungkasnya.

Keberhasilan Pokemon GO membawa keuntungan bagi distributor resmi game, yakni Nintendo. Perusahaan asal Jepang itu mengalami kenaikan saham yang signifikan. Berdasar data dari Tokyo Stock Exchange, antara 8 hingga 11 Juli lalu saham perusahaan tersebut melonjak sebesar 34 persen.

Harga per lembar sahamnya naik dari JPY 15 ribu (setara Rp 1,8 juta) menjadi sekitar JPY 20 ribu (setara Rp 2,5 juta). Sementara itu, di AS, Pokemon GO menghasilkan pendapatan sebesar USD 1,6 juta per hari (setara Rp 20 miliar) ketika diunduh lewat iOS.

Berdasar pantauan Google Trends, setelah perilisan, Pokemon GO lebih populer bila dibandingkan dengan serial ngetop Game of Thrones dan referendum Brexit oleh Inggris. Sayang, belum ada tanggal resmi mengenai perilisan Pokemon di Asia, termasuk Jepang yang merupakan negeri kelahiran Pokemon. (amd)


loading...

Komentar telah ditutup.