Pol-PP Sita Ribuan Botol Miras di Rumah Makan

indopos.co.id – Ribuan botol minuman keras (Miras) berbagai merek berhasil disita Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rabu malam (20/7). Operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang dilakukan puluhan petugas Satpol PP dan Satpol PP Provinsi Jateng itu diawali dengan menyisir warung di Jalan Teri.

Dalam pantauannya, di tempat itu, petugas menemukan puluhan botol bir yang dijual dari dua rumah makan. Selesai dari Jalan Teri, petugas menuju sebuah toko di Jalan Cempaka, Kelurahan Mangkukusuman, Tegal Timur. Di toko tersebut, petugas kembali berhasil menyita ribuan botol miras yang disimpan dalam sebuah gudang.

Baca Juga :

Penyitaan ribuan botol miras di toko tersebut sempat berjalan alot, karena pintu toko dalam keadaan terkunci. Alhasil, petugas kesulitan mengeluarkan ribuan botol miras dari toko untuk dibawa ke atas truk. Terpaksa, petugas memotong kunci dengan menggunakan tang besar. Setelah berhasil, puluhan dus minuman keras itu secara estafet diangkut ke atas truk Satpol PP.

Tidak berhenti sampai di situ, petugas Satpol PP kembali menyisir gudang penyimpanan minuman keras dalam jumlah banyak yang berada di belakang toko tersebut. Dimana di tempat itu ditemukan ratusan dus dan krat yang berisi botol miras dari berbagai merek. Antara lain, anggur cap orang tua, vodka, bir putih dan bir hitam. Selain itu, petugas menyita ratusan botol merek lain yang dibawa dengan truk untuk dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Tegal.

Kasie Penegakan Perda dan Perwal Satpol PP Koa Tegal Suhardi, didampingi Kasie Opdal Satpol PP Provinsi Jawa Tengah Berti Soraya menjelaskan bahwa operasi miras tersebut merupakan bagian dari penegakan Perda Nomor 5/2006 tentang Minuman Beralkohol. Dimana tujuannya untuk menciptakan kemaslahatan di tengah kehidupan masyarakat. Selain itu, untuk menyelamatkan generasi muda Kota Tegal dari kerusakan moral akibat minuman beralkohol.

Harapannya, lanjut dia, mampu menekan angka penyakit masyarakat akibat meminum minuman keras. Sebab, pemakaian alkohol dalam jangka waktu lama akan menimbulkan kerusakan pada organ hati dan otak serta menimbulkan efek ketergantungan. » Operasi miras ini dilakukan mengacu Perda Nomor 5/2006 dan operasi dijalankan untuk menekan penyakit masyarakat,» ungkapnya saat melakukan operasi bersama puluhan anggota satpol PP.

Baca Juga :

Sementara itu, ditempat terpisah, Dr Muslih Dahlan menuturkan bahwa orang yang kecanduan alkohol akan menunjukkan gejala-gejala mual, gelisah, gemetar, dan sukar tidur. Pengaruh alkohol mengakibatkan perilaku emosional tak terkendali dan agresif. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa banyak pelaku tindak kriminal yang diawali dengan meminum minuman keras. Dengan demikian, tindakannya itu bisa di luar batas perikemanusiaan.

Dia menjelaskan, minum-minuman beralkohol dalam jumlah banyak dapat menimbulkan mabuk bahkan tidak sadarkan diri. Sebab, alkohol berpengaruh terhadap kerja dan fungsi susunan saraf. » Miras itu lebih banyak efek mudorot -nya. Selain itu akan merusak saraf dan kalau ketergantungannya lama akan menimbulkan kerusakan liver. Karena itu, apa yang dilakukan satpol PP itu sudah benar. Sebab, selain diharamakan juga secara kesehatan itu dapat merusak kesehatan,» tutur Dr Muslih. (din/fat)

Komentar telah ditutup.