Hamilton versus Rosberg: Siapa Menang Duel?

Indopos.co.id- GP Hungaria akhir pekan ini akan menjadi saksi pertarungan dua pembalap Mercedes dalam memperebutkan posisi puncak klasemen. Hanya satu poin, Lewis Hamilton dan Nico Rosberg akan saling sikut di Sirkuit Hungaroring Hungaroring.

Mengawali musim ini dengan impresif dengan memenangai empat balapan pembuka secara beruntun, Nico Rosberg justru terus ditimpa masalah pada lima race terakhir.

Baca Juga :

Marquez Doakan Lorenzo Tampil Buruk

Setelah GP Spanyol yang diwarnai tabrakan keduanya, Rosberg begitu meyakinkan di posisi teratas klasemen, berselisih 43 poin dari Hamilton. Namun, sang juara bertahan bangkit dan mengejar dengan empat kemenangan secara beruntun.

”Aku benar-benar merasa, sejak balapan di Barcelona (DNF), aku mampu melipatkangandakan mentalku dan selalu mendapatkan hasil positif,” kata Hamilton.

Baca Juga :

Fantastis, ABM Borong 10 Gelar ISSOM

Rosberg sendiri mengaku posisinya saat ini sama sekali tidak membuatnya tertekan. Meskipun faktanya, dia kehilangan lebih dari 40 poin dalam lima balapan terakhir. ”Persaingan kami sangat hebat. Aku menghormati Lewis tapi kami bukan lagi sahabat seperti dulu,” ucap Rosberg.

Pertarungan keduanya bisa jadi tidak akan imbang lantaran Rosberg terancam terkena penalti jika pada balapan akhir pekan ini, gearbox mobilnya harus diganti. Kerusakan tersebut sempat dialaminya di GP Inggris dua pekan lalu.

Baca Juga :

Jelang IXOR, Rifat Ubah Settingan Kendaraan

Di lima lap terakhir, Rosberg melaporkan gearbox-nya bermasalah. Tim kemudian mengeluarkan instruksi agar pembalap Jerman itu tidak menggunakan gigi tujuh lewat radio. Instruksi itu lantas berbuntut penalti 10 detik dan membuat posisinya turun dari runner-up menjadi peringkat ketiga.

Namun Mercedes yakin Rosberg akan terbebas dari penalti. Karena dalam pemeriksaan awal, gearbox tersebut tidak mengalami kerusakan. Namun mereka harus menunggu hasil inspeksi FIA dulu untuk memastikan bahwa gearbox itu tidak bermasalah dan siap digunakan untuk membalap.

Keputusan sudah diambil bahwa untuk latihan bebas hari pertama Jumat (22/7), gearbox itu akan digunakan. Jadi tim bisa menganalisa andai saja terjadi kerusakan yang akan berisiko pada balapan.

Kalaupun semua masalah itu tidak ada dan kedua pembalap Mercedes bisa bersaing dengan seimbang, masih ada faktor lain yang bakal merecoki pertarungan keduanya, Selama era turbo berlangsung, bukan cuma Mercedes yang pernah menang di Budapest, tapi juga Red Bull.

Hamilton memang menjadi pembalap tersukses di Hungaroring dengan empat kemenangan. Untuk McLaren pada 2007 dan 2009,  kemudian Mercedes di musim 2012 dan 2013. Torehan yang setara dengan legenda F1 Michael Schumacher. Satu lagi kemenangan, maka Hamilton akan melampaui raihan Schumacher.

Sebastian Vettel meraih satu kemenangan tahun lalu. Lalu, pada setahun sebelumnya pada 2014 Daniel Ricciardo menyumbangkan satu victory untuk Red Bull.

Melihat perkembangan beberapa balapan belakangan, Red Bull-TAG Heuer akan lebih berbahaya bagi Mercedes ketimbang Ferrari. Red Bull juga selalu tampil bagus di sesi kualifikasi, dimana faktor tersebut akan sangat berpengaruh di Hungaria.

”Aku selalu senang dengan Budapest apalagi ketika tiba di sini saat musim panas. Trek sempit dengan mobil besar, jadi sensasi balapan go kart akan sangat terasa,” ucap bintang muda Red Bull Max Verstappen.

Selain itu, menyusul penalti yang menimpa Rosberg karena melanggar aturan tentang komunikasi radio, kemarin, FIA mengumumkan paket pengetatan lebih lanjut. Untuk balapan akhir pekan ini, tim bisa memberitahukan masalah yang terjadi pada mobil pembalap. Namun, harus diikuti dengan instruksi kembali ke pit untuk perbaikan.

Instruksi tersebut harus bersifat dipatuhi atau meminta pembalap untuk retire dari balapan. Aturan baru tersebut berarti tim tidak bisa lagi mengalkulasi potensi kehilangan waktu saat dikenai penalti setelah race akibat memberikan instruksi kepada pembalap. Lebih keras lagi, pembalap bakal kehilangan banyak waktu karena harus pit jika kerusakan pada mobilnya tidak bisa diatasi sendiri.

Dalam pasal lainnya juga ditekankan bahwa apapun instruski yang diberikan tim, harus bertujuan untuk menyelesaikan masalah itu dan bukan meningkatkan performa mobil. (cak/nur)

Komentar telah ditutup.