Kapolda Minta Kelompok Santoso Menyerahkan Diri

indopos.co.id – Mantan Kepala Polres Poso 2005-2007 ini kemudian meminta kepada kelompok Santoso lain yang masih bertahan bersembunyi di wilayah pegunungan Poso Pesisir Bersaudara untuk segera turun gunung dan menyerahkan diri. Dia menjamin, bagi mereka yang menyerahkan diri akan diperlakukan baik dan dijamin hak-haknya dalam proses hokum yang dijalani.

“Menyerahkan diri itu lebih baik. Jika menyerahkan diri, hak-haknya sebagai warga Negara akan kita jamin dan berikan dalam menjalani proses hokum. Perlindungan hokum kita akan berikan,”janji Kapolda, usai gelar Babuk milik Santoso. Sejumlah babuk milik Santoso dan Muchtar yang digelar dan dipamer Satgas pada media di Mapolres Poso kemarin anatara lain 1 pucuk senjata api organic laras panjang M-16 bersama amunisi dan magazine, 1 buah hand pone Samsung milik Santoso, beberapa lembar pakaian (diantaranya pakaian dalam wanita), obat-obatan, bahan makanan, gula pasir ½ kg, dua bungkus kopi hitam, dan tas ransel. Senjata dan hand pone Samsung yang ditemukan di TKP baku tembak tersebut diduga kuat sebagai milik Santoso. “Senjata dan handponenya masih dalam pemeriksaan tim Labfor Polri,” tandas Kapolda.

Baca Juga :

Imbauan agar kelompok Santoso menyerahkan diri dikeluarkan Kapolda karena dirinya yakin tidak akan pernah ada orang yang mau dan bisa menggantikan figus Santoso sebagai pimpinan kelompok DPO terrorism di Poso. “Tidak ada yang bisa menggantikan Santoso. Karena kami pasti akan terus mengejar dan menangkapnya hidup atau mati,” tukas dia.

Saat terjadi baku-tembak dengan pasukan Satgas Tinombala hingga tewas, Santoso diduga kuat sudah tidak pernah lagi mendapat pasokan logistic dari kampong. Hal itu bisa dilihat dari temuan babuk yag ada dilokasi, dimana hanya ditemukan bahan makanan sederhana yang hanya berupa sayur dan buah-buahan dalam kebun/hutan, serta gula pasir yang cuma berukuran setengah kilogram dan kopi dua bungkus. “Kopi dan gula itu pun diduga hanya diambil dari pondok-pondok warga di kebun,” sambung Kapolda.

Baca Juga :

Densus 88 Tembak Mati Dua Terduga Teroris

Di Anggap Sebagai Syuhada

Meski dicap polisi sebagai teroris, namun sebagian warga masih menganggap (alm) Santoso sebagai pahlawan. Setidaknya itu bisa dilihat dari sambutan dan antusiasme warga saat jenazah Santoso tiba dirumah duka dan di makamkan di dusun landangan desa Lantojaya kecamatan Poso Pesisir. tampak lautan manusia memadati lorong dan halaman rumah duka di dusun Landangan desa Lantojaya kecamatan Poso Pesisir.

Baca Juga :

Saudi Hukum 38 Terdakwa Terorisme

Diantara seribuan orang yang hadir melayat, menyambut dan menghantarnya ke pemakaman umum di dusun setempat, terdapat sebuah spanduk besar bertuliskan “Selamat Datang Syuhada Poso Santoso alias Abu Wardah” terpasang dipintu masuk lorong menuju rumah duka. Suara takbir menggema semenjak jenazah Santoso tiba di rumah duka sekitar pukul 13:00 wita hingga di makamkan di pemakaman desa selang beberapa menit kemudian. “Baru ini ada orang meninggal di Landangan yang datang melayat ribuan orang,” ujar beberapa warga Landangan yang mengaku tidak tau persis dari mana semua asal lautan massa tersebut. (bud)


loading...

Komentar telah ditutup.