Alexa Metrics

Demo Sengketa Lahan Ricuh, Polisi Bersenjata Lengkap Bubarkan Pendemo

Demo Sengketa Lahan Ricuh, Polisi Bersenjata Lengkap Bubarkan Pendemo

indopos.co.id – Ratusan warga Desa Olak-Olak Kubu kembali melakukan aksi damai di lokasi sengketa lahan yang dikelola PT Sintang Raya. Sayangnya aksi warga yang menuntut haknya itu dibubar paksa oleh kepolisian bersenjata lengkap, Sabtu (23/6).

Sedikitnya 16 warga, terdiri dari kaum ibu mengalami luka-luka. Tak hanya itu, Iksan dan Akun diculik, hingga kini blum diketahui keberadaannya.

Ketua Aliansi Gerakan Reformasi Agraria, Wahyu Setiawan mengatakan, ratusan warga yang melakukan aksi demo itu berjalan menuju lokasi. Namun di tengah jalan dengan jarak 500 meter menuju lokasi, ratusan warga dihadang oleh puluhan aparat kepolisian yang bersenjata lengkap.

“Dihadang menggunakan truk perusahaan yang ditumpangi anggota polisi diduga dari satuan Brimob. Meskipun dihadang, warga tetap ingin berusaha menuju ke lokasi sengketa lahan. Tapi malah pihak kepolisian emosi, dengan brutal menghajar warga. Pada hal jarak menuju ke lokasi masih jauh,” ungkap Wahyu.

Unjukrasa yang dilakukan ratusan warga itu, merupakan aksi damai. Mencegah karyawan PT Sintang Raya yang beroperasi di tanah yang masih bersengketa. “Ada beberapa tuntutan warga yang akan disampaikan kepada PT Sintang Raya. Salah satunya, lahan yang masih sengketa, jangan dikerjakan, seblum ada putusan tetap. Karena di daerah Olak-Olak Kubu itu, sekitar 801 hektar yang masih bermasalah. Belum lagi di desa lain,” jelas Wahyu.

Tidak hanya itu, Wahyu mengatakan, pelaku unjukrasa meminta dengan pihak perusahaan, agar tidak melakukan kriminalisasi terhadap warga yang menuntut haknya. “Hingga saat ini, tercatat 24 kasus masyarakat yang dipenjarakan,” ungkapnya.

Dia meminta penegak hukum agar bekerja dengan jujur. Karena warga ingin menuntut haknya. “Bukan seenaknya membekingi pihak PT Sintang Raya dan menindas rakyat miskin. Yang jelas sampai sekarang keberadaan dua orang pendemo, belum diketahui keberadaannya. Tidak tau dibawa kemana,” tegasnya.

Anggota DPRD Kubu Raya, Suharso, SIP meminta penegak hukum melaksanakan tugasnya dengan benar. Sudah banyak masyarakat tertindas oleh PT Sintang Raya.

“Jangan dikit-dikit mengkriminalisasikan orang. Masyarakat masih mau diajak kompromi. Jangan sampai masyarakat hilang kesadaran, melakukan yang lebih dari itu,” tegasnya.(hka)



Apa Pendapatmu?