Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Harlah PKB

indopos.co.id – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merayakan Hari Lahir (Harlah) yang ke-18. Dalam kesempatan ini tampak hadir beberapa anggota Kabinet Kerja, pimpinan lembaga tinggi Negara dan petinggi partai politik.

Acara puncak Harlah ke-18 PKB dilaksanakan di Kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh, Jakpus, Sabtu (23/7) malam.

Baca Juga :

Kadernya Kena OTT KPK, PKB: Kami Kaget

Sejumlah pejabat negara yang hadir, antara lain Ketua DPR Ade Komarudin, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Menkumham Yasonna Laoly, Ketua Umum Golkar Setya Novanto, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua Fraksi Demokrat DPR Edhie Baskoro, Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan, Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani. Ketua ICMI Jimly Asshiddiqie dan empat anggota kabinet kerja asal PKB, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding (kiri) dan anggota Dewan Syuro DPP PKB KH Abdul Ghofur serta para anggota DPR dari fraksi PKB.

Dalam sambutannya, Ketum Umum PKB, Muhaimin Iskandar mengingatkan agar para kader PKB baik yang duduk di kabinet dan anggota legislatif asal PKB di Senayan tetap mengawal kebijakan pemerintah. ?

Baca Juga :

PKB Buka Dapur Umum di Kampung Pulo

“18 tahun lalu, partai ini dideklarasikan untuk mengawal dan berkontribusi kepada pembangnan bangsa dan Negara,” kata Muhaimin.

Dalam kesempatan ini, Cak Imin panggilan akrabnya, juga mengapresiasi keputusan Golkar dan PAN yang baru saja memutuskan mendukung pemerintah.

Baca Juga :

“Teman-teman di Golkar dan PAN sudah tepat, mari kita bersama-sama, bahu membahu membantu pemerintah dalam mewujudkan pembangunan bangsa,” katanya.

“Seluruhnya bermuara pada sistem ketatanegaraan Indonesia yang lebih baik,” tambah Cak Imin.

“Kita tidak ingin ke depannya melahirkan pemimpin yang menjadi karyawan atau pun petugas dari salah satu kelompok. Kita ingin pemimpin yang membela kepentingan rakyat dan rahmatan lil alamin,” terang ponakan Alm.Gus Dur itu.?

Cak Imin memastikan PKB mendukung penuh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia pun berharap perjuangan PKB di pemerintahan bermanfaat bagi Nahdlatul Ulama (NU), bangsa dan negara.

“Bangsa ini akan porak poranda kalau tidak terjaga oleh NU dan PKB. Untuk itu dalam memperingati hari jadi PKB kali ini, kita akan mengevaluasi, menilai, mempelajari titik lemah, kinerja perjuangan yang sudah kita lakukan. Tentu, yang berpangkal pada visi perjuangan yang ada,” ujarnya. (rmn)


loading...

Komentar telah ditutup.