Erdogan Tutup Ribuan Sekolah dan Lembaga Amal

JAKARTA, indopos.co.id – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memerintahkan menutup ribuan sekolah swasta, badan amal dan sejumlah lembaga lainnya akhir pekan ini. Keputusan itu ia ambil di tengah status darurat yang tengah diberlakukan di Turki pasca kudeta militer gagal.

Dalam dekrit yang ditandatanganinya, Erdogan mengeluarkan kewenangan untuk menutup 1.043 sekolah swasta, 1.229 badan amal dan yayasan, 19 serikat pekerja, 15 universitas dan 35 lembaga medis.

Baca Juga :

Penutupan itu dilakukan karena lembaga-lembaga tersebut dinilai memliki keterkaitan dengan Fetullah Gulen, ulama muslim yang berbasis di Amerika Serikat. Erdogan menuding bahwa Gulen merupakan dalang di balik upaya kudeta yang terjadi pada tanggal 15 Juli kemarin. Gulen memiliki pengikut yang tidak sedikit di Turki.

Baca Juga :

Gulen sendiri telah membantah tudingan Erdogan tersebut dan menyatakan bahwa dirinya tidak terlibat dengan upaya kudeta yang menyebabkan 246 orang tewas tersebut.

Di hadapan parlemen Turki pekan ini, Erdogan menegaskan bahwa ia akan terus berupaya untuk melawan dan mencegah teror di Turki, termasuk dengan memburu Gulen.

Diketahui bahwa pasca kudeta gagal, Erdogan mengumumkan keadaan darurat di Turki selama tiga bulan ke depan. Selama kurun waktu itu juga, Erdogan berjanji untuk melakukan restrukturisasi di tubuh militer Turki. (mel/sta/pojoksatu)

Komentar telah ditutup.