Hasil PPDB, Puluhan Ribu Siswa Tak Dapat Sekolah Negeri

indopos.co.id – Hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB) online tahun 2016, baru diketahui sebanyak 50. 200 siswa tak bisa masuk ke sekolah negeri. Alhasil, seluruh siswa tersebut terpaksa memilih sekolah swasta karena keterbatasan sekolah negeri.

“Semua siswa yang tidak masuk ke negeri sudah kami salurkan ke sekolah swasta di Kota Bekasi. Sehingga, semua siswa tahun kelulusan 2016 sudah bisa belajar kembali,” kata Kepala Bidang Bina Program pada Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Agus Enap, kepada INDOPOS, Minggu (24/7) kemarin.

Baca Juga :

Agus mengaku, untuk jumlah kelulusan SD agar bisa masuk ke SMP sebanyak 43 ribu, tapi yang dibutuhkan untuk sekolah negeri sebanyak 16.800. Sehingga, ada 26.200 siswa yang harus belajar ke sekolah swasta. Sedang, untuk jumlah siswa SMP yang lulus untuk melanjutkan ke SMA/SMK negeri sebanyak 35 ribu, tapi yang dibutuhkan di sekolah negeri sebanyak 11 ribu siswa.

Dan sisanya sebanyak 24 ribu siswa harus sekolah swasta. Dengan begitu, total siswa yang masuk ke sekolah swasta pada tahun 2016 ini sebanyak 50.200 siswa. Agus menambahkan, seluruh siswa yang gagal saat mendaftar di PPDB online 2016, Dinas Pendidikan langsung penyaluran ke sekolah swasta. “Jadi mereka dicarikan langsung oleh Disdik agar bisa sekolah,” jelasnya.

Baca Juga :

Adapun untuk sekolah pindahan atau eksodus, Agus mengaku, tahun ajaran 2016 hanya menyerap 3000 calon siswa SMP, SMA/SMK negeri. Mereka sengaja dibatasi lantaran kuota siswa pindahan mencapai lima persen. “Dari 3000 siswa itu diberikan kesempatan untuk bisa mendaftar melalui PPDB online kemarin,” imbuhnya.

Meski begitu, kata Agus, pemerintah daerah tetap memberikan subsidi kepada siswa yang sekolah di swasta. Selama ini, diakuinya, subsidi siswa SMP swasta hanya berkisar Rp 15 ibu per bulan per siswa. Sedang, untuk siswa di sekolah swasta diberikan sebesar Rp 25 ribu per bulan, per siswanya. “Jadi semuanya tetap diberikan subsidi, agar bisa meringankan siswa untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar,” jelasnya.

Baca Juga :

Agus menjelaskan, proses belajar mengajar di sekolah negeri sudah berjalan sejak sepekan lalu atau pada tanggal 18 Juli 2016. Namun, hanya sekolah swasta yang masih bisa menerima siswa untuk mengikuti kegiatan belajar. “Kalau sekolah swasta masih bisa menerima siswa baru, karena masih baru kegiatan belajar dimulai,” ujarnya.

Perlu diketahui, bangunan sekolah dasar (SD) negeri sebanyak 448 unit, dan swasta sebanyak 235 unit. Untuk SMP negeri jumlahnya mencapai 39 unit, dan swasta 170 unit. Untuk SMA negerisebanyak 17 unit, dan swasta 75 unit. Serta SMK negeri sebanyak 8 unit, dan 103 unit swasta.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Bekasi, pada bidang anggaran, Ahmad Ustuchri mengatakan, untuk subsidi pendidikan ke seluruh siswa di Kota Bekasi tetap diberikan setiap tahun anggaran. Hanya saja, untuk sekolah swasta masih sedikit ketimbang sekolah negeri. “Mungkin tahun depan, kami akan bahas kembali terkait subsidi siswa untuk sekolah swasta,” jelasnya.

Ustuchri menambahkan, minimnya kuota yang diberikan eksekutif pada PPDB online kemarin mengharuskan calon siswa kesulitan mendaftar ke sekolah negeri. Menurut dia, kedepan akan dievaluasi letak permasalahannya. “Apakah kurangnya sarana prasarana sekolah atau seperti apa, kami akan evaluasi,” tandasnya. (dny)

Komentar telah ditutup.