BNN Ringkus Tujuh Pemakai dan Kurir Sabu

indopos.co.id – Tujuh pemuda diringkus petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten di tempat dan waktu berbeda. Ketujuh pemuda positif mengonsumsi sabu-sabu. Satu diantaranya diduga kuat sebagai kurir dari pengedar yang tengah mendekam di Lembaga Pemasyrakatan (Lapas) Jambe, Kabupaten Tangerang.

Tujuh pemuda itu, yakni Nana Supriyatna, Abi Masona, Amin Wahidin, Dede Amarullah, Lulu Lusdiana Andika,Septian Hadi Sumantri, dan Krisna Fahlevi. “Ditangkap pertama, hari Selasa (19/7) dan kedua, hari Kamis (21/7) malam,” kata Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Akhmad FH, Sabtu (23/7).

Baca Juga :

Komedian Nunung dan Suami Divonis 1,5 Tahun

Setelah diperiksa, diketahui Nana merupakan pengedar di daerah Jawilan, Kabupaten Serang. Nana diringkus bersama Abi Masona dan Amin Wahidin. “Kebetulan BB-nya sedang kosong. Nana mengaku mendapatkan barang dari Among (DPO-red),” ujar Akhmad.

Sementara, empat tersangka lain diringkus di daerah Kabupaten Tangerang. Saat diperiksa, Dede mengaku sebagai kurir seorang narapidana (napi) dari Lapas Jambe, Kabupaten Tangerang bernama Deni. “Deni menghubunginya melalui telepon, sistemnya, barang disimpan disuatu tempat, lalu pembayaran melalui transfer,” beber Akhmad.

Baca Juga :

Aktris Jepang Erika Sawajiri Kesandung Narkoba

Petugas masih memburu Among. Sedangkan, petugas akan mengonfirmasi pengakuan Dede kepada Deni. “Akan kami konfirmasi dulu dengan pihak Lapas, karena itu bisa saja nama palsu,” ujar Akhmad.
Saat diperiksa dihadapan penyidik, Dede mengaku baru empat hari menjadi kurir sabu-sabu.

Lelaki asal Cisoka, Kabupaten Tangerang itu telah mengenal Deni empat tahun lalu, saat sama-sama berada satu club motor. “Satu tahun lalu (Deni-red) ketangkep. Satu bulan belakangan, Dede hubungi saya. Pertama minta isiin pulsa, karena saya kerja dikonter hape. Saya ditawarin buat bantu, saya dikenalin ke sabu juga sama Deni,” kata Dede. (nda/jpg)

Baca Juga :

Nunung Berharap Dituntut Ringan

Komentar telah ditutup.