Alexa Metrics

Kesempatan Kerja di Cilegon Makin Sempit

Kesempatan Kerja di Cilegon Makin Sempit

indopos.co.id – Kesempatan kerja di Kota Cilegon semakin sempit. Meski banyak perusahaan besar berdiri, tetapi banyak warga mengeluh lantaran tidak adanya kesempatan untuk bekerja. Padahal pencari kerja di Cilegon setiap tahun mencapai ribuan orang.

Kasi Pelatihan dan Penempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon Retno mengatakan, sejak Januari hingga Juni terdapat 4.312 pencari kerja yang datang ke Disnaker. Kebanyakan mereka lulusan sekolah menengah atas (SMA). Namun, jumlah pencari kerja itu tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan.

“Sekarang cuma ada tiga lowongan yang dibuka oleh dua perusahaan yang ada di Cilegon. Kalau sebelum Lebaran baru ada dari PT Indorama itu juga cuma satu, paling sama beberapa perusahaan lain yang jumlah lowongannya juga enggak banyak,” ujarnya, Jumat (22/7).

Kabid Pelatihan dan Penempatan Kerja Mukhibin mengatakan, banyaknya angka pengguran di Kota Baja lantaran sumber daya manusia (SDM) yang ada belum mumpuni. Akibatnya, mereka kalah bersaing dengan tenaga pekerja asing yang banyak dipakai oleh perusahaan.

Sampai Juni, jumlah tenaga kerja asing di Kota Cilegon sebanyak 1.308 orang. Jumlah itu meningkat bila dibandingkan dengan 2015 sebanyak 1.200 orang. “Selain itu masih ada perusahaan yang tidak memberikan informasi bahwa sedang ada penerimaan pekerja. Ini membuat serapan tenaga kerja di Cilegon rendah,” jelasnya.

Sebetulnya, kata dia, ada sanksi berat yang harus diterima perusahaan bila mereka menutupi rekrutmen tenaga kerja. Sanksi itu mulai dari administratif hingga penutupan perusahaan. “Tapi kalau sampai ditutup juga terlalu berat. Makanya kami mengimbau agar perusahaan menginformasikan kepada kami bila ada lowongan kerja,” katanya.

Dengan adanya laporan kebutuhan pekerja yang masuk ke Disnaker, pihaknya bisa memberikan informasi kepada masyarakat bahwa ada salah satu perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga pekerja. “Enggak boleh kalau perusahaan yang merekrut karyawan tanpa memberitahukan kepada pihak Disnaker,” katanya.

Di tengah tidak sebandingnya serapan tenaga kerja dengan pencari kerja, Disnaker Kota Cilegon berupaya agar para pencari kerja yang mempunyai kemampuan dan keahlian di bidang tertentu bisa berwirausaha. “Kami terus memberikan pelatihan kepada para pencari kerja yang datang ke Disnaker, tujuannya adalah agar bisa bersaing dengan para tenaga asing,” katanya.

Sementara itu, kepala Dinas Tenaga Kerja Erwin Harahap mengaku terus berupaya memberikan pelatihan keterampilan terhadap para pencari kerja. Hal itu dilakukan dengan harapan bisa mendirikan usaha mandiri atau sebagai salah satu jalan untuk masuk ke perusahaan. Tanpa ada keterampilan, akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan. “Mengadakan pelatihan seperti komputer, las, menjahit, otomotif roda dua empat, porklift, eksavator, sama crane,” katanya. (mg10/ibm/ags/jpg)



Apa Pendapatmu?