Alexa Metrics

Terjebak Banjir, Sekeluarga Tewas di Dalam Mobil Diduga Keracunan Gas CO

Terjebak Banjir, Sekeluarga Tewas di Dalam Mobil Diduga Keracunan Gas CO

indopos.co.id -Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang, Banten sepanjang Minggu (24/7) hingga Senin (25/7) membuat kawasan wisata Pantai Carita, di Kabupaten Pandeglang dan Anyer, Kabupaten Serang dilanda banjir.

Dua kawasan wisata andalan Provinsi Banten itu digenangi banjir, akibat meluapnya beberapa aliran sungai yang ada di wilayah tersebut. Kondisi diperparah dengan banjir rob di sepajang jalan di kawasan wisata pantai Carita hingga Anyer tersebut.

Akibat peristiwa banjir itu, membuat empat orang yang masih satu keluarga tewas mengenaskan. Empat orang itu ditemukan di mobil Daihatsu Xenia putih bernomor B 1892 BRH di depan Hotel Wira Carita, Pantai Carita, Pandeglang sekitar pukul 00.30, Senin dinihari (25/7).

Diduga satu keluarga itu tewas saat mobil yang mereka kendarai terseret arus banjir lumpur dan rob. Para korban tewas itu ditemukan oleh tim gabungan babinsa dan polisi saat melakukan patroli. Keempat korban ditemukan sudah tidak beryawa di dalam mobil dengan kondisi mesin kendaraan masih menyala.

Dugaan sementara, para korban tewas akibat keracunan gas karbon monoksida (CO) yang dampak dari kendaraan yang dinyalakan secara terus menerus setelah terjebak banjir lumpur yang membuat kendaraan itu tidak bisa bergerak.

Para korban ditemukan sudah tidak bernyawa oleh petugas yang sedang berpatroli di dalam mobil dengan kondisi mesin masih menyala. Satu keluarga itu terjebak banjir lumpur yang menerjang Desa Sukajadi, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Senin (24/7) dinihari.

Banjir bandang itu datang tiba-tiba dengan ketinggian hampir satu meter yang langsung menerjang mobil yang dialami keluarga naas tersebut. Tidak hanya menimpa mobil, banjir lumpur juga menyebabkan ratusan warga Sukajadi dievakuasi.

”Satu keluarga itu diduga keracunan akibat menghirup gas monoksida (CO) yang keluar dari pendingin acara yang dinyalakan secara terus menerus,” ujar Agus Hendy, Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten.

Korban tewas yang masih satu keluarga itu masing-masing bernama Evi Lutfiah, 41; M Fahri Ramadhan, 6, dan Syarifatul Ginayah, 18. Ketiganya tercatat sebagai warga Kampung Pangeuseupan RT 01/RW 14, Desa Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Sementara satu korban lainnya adalah, Ahmad Ahyani (52), warga Kampung Sumur Waru, RT 03/RW 07, Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang.

Informasi yang dihimpun INDOPOS sejumlah wilayah yang diterjang banjir lumpur akibat meluapnya sungai dan rob dampak meluapnya air laut adalah Desa Pasauran, Sirih, Cigading, Ciwandan, Anyer, Cinangka, Kabupaten Serang, dan Desa Carita serta Desa Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Secara terpisah, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa keempat korban tersebut meninggal dunia diduga karena keracunan gas karbon monoksida (CO) akibat kendaraan tetap dihidupkan saat terjebak dalam longsor dalam waktu yang cukup lama.

Sutopo mengatakan, hujan deras disertai air laut telah menyebabkan banjir bandang melanda empat desa di Kecamatan Labuan, yaitu Desa Teluk, Cigondang, Labuan, Kalang Anyar, dan dua desa di Kecamatan Carita, yaitu Sukajadi dan Carita Kampung Cengkara pada Minggu (24/7) sekitar pukul 21.00 WIB.

Hujan deras menyebabkan longsor di perbukitan yang kemudian menimbulkan banjir bandang yang membawa material. Pada saat bersamaan, air laut pasang sehingga banjir menggenangi permukiman setinggi 50-150 cm.

”Pada saat kejadian, beberapa mobil yang melintas di Jalan Raya Carita Labuan Km 9 Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang terjebak lumpur setinggi 50 cm,” kata Sutopo melalui siaran pers, Senin (25/7). (yas)



Apa Pendapatmu?