Alexa Metrics

Akulah Yudas Higuain

Akulah Yudas Higuain

INDOPOS.CO.ID- Para pemain ini sebenarnya memiliki hak untuk mendapatkan kans mengejar gelar maupun gaji yang lebih besar dengan pindah ke klub lain. Namun, kepindahan ke klub yang notabene adalah rival membuat fans membenci mereka. Label pengkhianatan jadi tesisnya. Yudas namanya.

Betapa kecewa dan marah Napoletano, sebutan tifosi Napoli, ketika melihat jurnalis Sky Sport Italia Gianluca Di Marzio memposting sebuah foto dimana terdapat hasil lab darah dari Rumah Sakit La Moraleja Madrid atas nama Gonzalo Gerardo Higuain Sabtu (23/7).

Sakit hati jelas terasa dalam diri mereka. Sebab, lab darah itu jelas bagian dari tes medis yang dibutuhkan seorang pemain untuk melengkapi berkas transfernya ke klub lain. Padahal, kedatangannya dianggap menjadi mercusuar baru bagi fans setelah di saat bersamaan Napoli kehilangan Edinson Cavani yang memilih terbang ke Paris bergabung bersama Paris Saint-Germain (PSG).

Apalagi, penampilan tim berjuluk El Pipita itu terus moncer dari musim ke musim dengan musim lalu dia mencetak 36 gol di Serie A. Torehan yang tidak hanya membuat Higuain menyabet predikat Capocannoniere. Namun juga pemain tersubur Serie A dalam satu musim sepanjang masa.

Kemurkaan itu makin memuncak setelah Napoletano mengetahui siapa klub yang telah meminta Higuain untuk melaksanakan tes medis tersebut.  Adalah Juventus, yang sejak dua pekan lalu begitu digembar-gemborkan mengincar Higuain, berhasil mendapatkan attaccante timnas Argentina itu dengan banderol EUR 94,7 juta (Rp 1,37 triliun dengan kurs EUR 1= 14.495).

Julukan Yudas pun langsung disematkan kepada Higuain. Julukan yang merujuk kepada Yudas Iskariot, salah seorang murid Isa Almasih yang menyerahkan Isa kepada Imam Yahudi dengan bayaran 30 keping perak. Higuain, yang tadinya dianggap sebagai idola sekaligus pahlawan, kini bagi Napoletano dia seperti sampah menjijikan.

Mereka pun bereaksi untuk menunjukkan kekecewaan terhadap pemain yang baru mempersembahkan Coppa Italia dan Piala Super Eropa tersebut. Antara lain seperti yang terlihat dari akun twitter fans bernama Giovanni Trombetta.

”Ayahku memiliki dua jersey. Yakni Maradona dan ini (Higuain). Tadi, dia berkata kepadaku ‘G, tolong bakar ini!’,” ujar Giovanni dalam caption-nya dimana sang ayah tengah memegang kostum bernomor sembilan dengan tulisan Higuain seperti dilansir Dream Team.

Markas latihan Napoli, Trentino, juga tidak luput dari obyek kemarahan setelah wajah Higuain disobek ketika Napoli beruji coba dengan Trento (23/7). ”Bukan begini caranya bersikap!” kecam tifosi bernama Enzo D’Aniello kepada Ansa. ”Higuain lebih dari sekedar pemain. Dia adalah simbol. Dan kini, dia mengkhianati kami tanpa berpikir panjang. Diego Maradona tentu tidak akan melakukannya,” keluhnya.

Sementara MC legendaris San Paolo, Decibel Bellini, mengungkapkan ekspresi kekecewaannya dalam akun Instagram dan Twitter. Dia menulis surat bahwa sikap Higuain yang memilih bergabung dengan Nyonya Tua, sebutan Juve, menunjukkan bahwa dia tidak ingin dicintai oleh tifosi. ”Mereka hanya bersikap profesional. Memberi dan menerima. Tidak ada yang lebih dari iru,” katanya.

Napoli pun mulai bergerak cepat untuk mencari pengganti El Pipita, sapaan Higuain. Setidaknya ada dua nama yang mampir ke meja Presiden Aurelio De Laurentiis. Yakni kapten Inter Milan dan bomber Olympique Lyon Corentin Tolisso.

Untuk Icardi, tim yang dibesut Maurizio Sarri itu telah menyiapkan dana sebesar GBP 46 juta (Rp 793,80 miliar dengan kurs GBP 1= Rp 17.256). Sedangkan Tolisso ditawar EUR 24 juta (Rp 346,92 miliar). Namun, Direktur Olahraga Inter, Piero Ausilio, telah menegaskan bahwa Icardi tidak akan dijual. ”Inter tidak berminat untuk menjualnya. Itu saja,” kata Ausilio seperti dikutip situs resmi Inter. Adapun Tolisso masih harus menunggu proses transfer Higuain selesai.

Higuain tidak hanya menjadi Yudas dalam kisah transfer yang berbuntut kontroversi. Dari Jerman, publik Kota Dortmund masih belum bisa kenangan getir ketika Mario Goetze memutuskan hengkang ke klub rival Der Klassiker Bayern Muenchen 2013 silam.

21 Juli lalu, Goetze pun kembali lagi ke Signal Iduna Park, kandang Dortmund, setelah gagal berkembang selama tiga musim terakhir. Fans pun protes dengan menunjukkan jersey dimana terdapat tulisan Goetze dengan tanda silang. Dan, Goetze pun memahami hal itu. ”Ketika aku pulang, aku bakal mencoba meyakinkan semua orang dengan performaku. Teritama kepada mereka yang tidak menyambutku dengan tangan terbuka,” ujar Goetze seperti dilansir ESPN.

Atau 16 tahun lalu. Ketika dunia seperti terbelah dengan kepindahan Luis Figo dari Barcelona ke seteru klasik klub Catalan tersebut, Real Madrid.

Kepindahan yang mungkin bakal dikenang hingga beberapa generasi ke depan. Sebab, saat itu, Figo dengan lantang menyatakan bahwa dia setia. ”Hanya inilah jersey yang akan aku pakai untuk terakhir kalinya. Aku hanya bermain untuk Barca,” kata Figo saat itu kepada Sport. Namun, yang terjadi, 24 Juli 2000 silam, Figo malah mengakhiri klausul pelepasannya sebesar EUR 61,7 juta (Rp 892,35 miliar) demi memperkuat Real Madrid.

Transfer yang menuai kutukan dari pihak Barcelona. Sebab, momen itu juga bertepatan dengan terpilihnya Florentino Perez sebagai Presiden Real. Presiden Barca, Joan Gaspart pun mengatakan bahwa Figo dan agennya mendapat banyak kompensasi karena nyatanya Figo dipakai sebagai kartu as Perez untuk memenangkan pemilihan. ”Mereka yang terlibat dalam proses transfer ini bakal membayar akibatnya,” kecam Gaspart seperti dilansir Sport. (apu)



Apa Pendapatmu?