Alexa Metrics

Hanura Cari Pengganti Wiranto

Hanura Cari Pengganti Wiranto

INDOPOS.CO.ID – Dipilihnya Wiranto untuk mengisi kursi Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Pol hukam) dalam Kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla, membuat Partai Hanura bersiap untuk mencari sosok ketua umum partainya.

Hal terse but sebagai konsekuensi Presiden Jokowi, bila kabinetnya harus mundur dari posisi ketua umum karena tidak boleh rangkap jabatan. Ketua Bappilu Partai Hanura, Karna Brata Lesmana mengatakan, jika memang tidak boleh rangkap jabatan antara ketua umum partai dan menteri. Maka, partai akan mencari sosok yang pas untuk menggantikan posisi yang kosong.

”Memang tidak boleh rangkap jabatan, oto matis harus ada yang dilepas. Saya kira hal itu sudah dipikirkan oleh beliau (Wiranto, Red),” tukas Karna, kepada wartawan saat dihu bungi, Rabu (27/7). Mengenai bagaimana proses peralihan kepemimpinannya, Karna menjelaskan, di dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sudah dibeberkan tinggal merealisasi kannya. ”Nanti ada prosesnya. Inikan mendadak banget,” tandasnya.

Dia juga menambahkan, jika Wiranto sudah menghitung dan mengkalkulasikan konsekuensi dari keputusan mengambil posisi sebagai menteri. Dirinya yakin jika Wiranto bisa membantu presiden dalam memperbaiki bangsa. Sedangkan, Ketua DPP Partai Hanura, Sya rifud din Sudding mengungkapkan, kemungkinan besar posisi Wiranto tak akan tergeser sebagai ketua umum.

Karena, ke depan untuk menjalankan roda organisasi partai akan diaktifkan ketua harian. ”Jadi Pak Wiranto tetap sebagai ke tua umum non-aktif. Untuk menjalankan ro da partai, akan dibentuk ketua harian. Jadi ke wenangan ketua umum akan beralih ke ketua harian,” jelas Sudding. Sementara, beredar empat nama untuk menggantikan Wiranto. Yakni, Dossy Iskandar Prase tyo, Syarifuddin Suding, Wisnu Dewanto dan Erik Satrya Wardhana.

Selain di Komisi III, Dos sy pernah menjadi Sekjen Partai Hanura dan saat ini dipercaya sebagai ketua DPP serta wakil Ketua Baleg. Suding juga saat ini menjabat sebagai Ketua DPP Hanura bersama Wisnu dan Erik. ”Kalau Pak Wiranto mundur dari kursi ketum yang potensi ada Dossy, Sudding, Erik terus paling Wisnu,” ungkap sumber diinternal Partai Hanura kepada INDOPOS di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (27/7). (aen)



Apa Pendapatmu?