Laba Bersih Paruh Pertama Melejit

INDOPOS.CO.ID – PT Unilever Indonesia (UNVR) mencatat pertumbuhan penjualan bersih kuartal pertama Rp 20,7 triliun. Raihan itu didorong pertumbuhan segmen home dan personal care 8,4 persen secara year on year ( yoy) kemudian foods dan refreshment 14,5 persen.

Kinerja itu sukses memperkuat arus kas dan meningkatkan profitabilitas. Perseroan membukukan laba bersih Rp 3,3 triliun di paruh pertama tahun 2016, naik Rp 368 miliar dibanding periode sama (12,5 persen yoy). Di sisi lain, free cash flow tumbuh 19,6 persen secara yoy menjadi Rp 2,4 triliun.

Baca Juga :

Kolaborasi Kredivo dan Permata Bank

Presiden Direktur Unilever Indonesia Hemant Bakshi mengaku bersyukur karena berhasil mempertahankan pertumbuhan bisnis secara positif. Salah satu kunci sukses itu terletak pada komitmen kuat menjalankan bisnis secara berkelanjutan. Itu sejalan dengan strategi bisnis perusahaan secara global bertajuk unilever sustainable living plan (USLP).

Perusahaan memang memiliki komitmen besar dalam menjalankan praktek keberlanjutan di seluruh lini operasi bisnis. Baik itu di sisi operasional, inovasi, brand maupun filosofi dalam berbisnis. Itu sangat membantu dalam menumbuhkan bisnis, menekan biaya dan memperkecil risiko serta meningkatkan kepercayaan.

Baca Juga :

“Itu kunci sukses performa kami tetap stabil dan konsisten,” tutur Hermant di Jakarta kemarin.

Sustainable Living Plan (SLP) merupakan skema untuk mencapai visi Unilever dalam menumbuhkan bisnis. Seraya mengurangi setengah dari dampak lingkungan serta meningkatkan manfaat  sosial di masyarakat. “SLP membuat kami menjadi tahan banting di tengah keadaan dunia tidak menentu. Strategi ini membantu kami mempertahankan pertumbuhan, top line dan bottom line,” paparnya.

Di samping itu, Unilever mempunyai tujuan untuk membuat cara hidup berkelanjutan menjadi cara hidup sehari-hari. Bisnis dapat menjadi pemimpin membuat perubahan di pasar dalam hal menciptakan cara hidup dan cara berbisnis berkelanjutan.

Bisnis seperti itu akan dihargai konsumen dengan menginginkan produk-produk berkualitas tinggi dengan harga tepat. “Melainkan juga diproduksi dengan cara bertanggungjawab,” ucapnya. (far)

Komentar telah ditutup.