Kejahatan seksual, Keperawanan Terenggut Penelepon Nyasar

INDOPOS.CO.ID – Kejahatan seksual dialami seorang gadis berinisial MM, 15. Anaka baru gede (ABG) itu terpaksa kehilangan kehormatannya setelah digagahi oleh Deri Nuryanto, 20. Peristiwa pemerkosaan itu terjadi di Kampung Pekopen, Desa Tambun, Kabupaten Bekasi. Parahnya peristiwa itu terjadi saat pelaku dan korban baru mengenal dari sebuah perkenalannya melalui telepon.

”Pelaku kami tangkap tanpa perlawanan saat sedang tertidur di dalam kontrakannya, Selasa malam (26/7),” terang Kapolsek Tambun, Kompol Puji Hardi, (27/07). Puji menceritakan, perkenalan keduanya melalui sambungan telepon. Ketika itu, pelaku menelepon nomor sambil mengacak. Hasilnya, korban MM yang menerima telepon pelaku lalu berlanjut. Saat itu, keduanya janjian bertemu. Korban diajak ke sebuah rumah kontrakan. Di situ pula pelaku langsung meniduri korban.

Baca Juga :

Dorr.. Begal Ponsel Tewas

Hingga akhirnya korban terpaksa menginap di rumah kontrakan tersebut bersama pelaku. ”Baru paginya, korban MM langsung dipulangkan ke rumahnya oleh pelaku,” jelasnya. Setibanya di rumah, orangtua korban bernama Ujang Maulana, 47, langsung menginterogasi MM. Lantaran takut, MM kemudian menceritakan apa yang dia lakukan bersama Deri selama satu hari. ”Orangtua korban, kemudian membuat laporan ke petugas dengan nomor Lp/743/95- tb/ k /VII 2016/Polresta Bekasi,” ucapnya juga.

Atas dasar laporan itu, kata Puji, petugas langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, pelaku Deri langsung ditangkap di kontrakannya. Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tambun, AKP Oman menambahkan, berbekal laporan itu penyidik kemudian bergegas ke rumah tersangka. Namun petugas sempat kesulitan, karena Deri jarang pulang ke kontrakannya. ”Akhirnya pada Selasa (26/7) sore, tersangka kami amankan sedang tidur di kontrakannya,” kata Oman.

Atas kejadian ini, Oman meminta kepada para orangtua untuk selalu mengawasi anaknya yang menginjak dewasa. Bila perlu, kata dia, orangtua selalu mengontrol isi ponsel anaknya guna mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Akibat perbuatannya, Deri dijerat Pasal 81 dan 82 UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun. (dny)

Komentar telah ditutup.