Musnahkan 8,9 Ton Bawang Merah Diduga Ilegal

INDOPOS.CO.ID – Sebanyak 8,9 ton bawang merah diduga ilegal asal Malaysia dimusnahkan Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Medan bersama Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Belawan, Polres Belawan, serta instansi terkait lainnya. Selain bawang, 2.907 ton beras pulut ilegal asal Thailand turut dimusnahkan. Secara keseluruhan, total yang dimusnahkan sebanyak 11,8 ton.

Pemusnahan dilakukan dengan cara mengubur dengan menggunakan alat berat (beko) dengan kedalaman lima meter. Pemusnahan berlangsung di tempat pemusnahan milik Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan, Desa Baru, Kecamatan Batangkuis, Rabu (27/7) pagi.

Baca Juga :

Cuaca Mendung Selimuti Jakarta

Kepala BKP Kelas II Medan Japar Sidik menyatakan, barang bukti itu dimusnahkan lantaran tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal atau negara transit. “Bawang merah yang keseluruhannya ada 8,9 ton, ada beberapa tangkapan. Pertama hasil tangkapan Polres Deliserdang pada 22 Juni 2016 di Desa Baganserdang, Pantailabu. Kedua, hasil tangkapan Polres Asahan pada tanggal 29 Juni 2016 di Jalan Simpang Empat Kecamatan Simpang Empat, Tanjaungbalai, ada 7.600 kilogram.

Terakhir, hasil tangkapan Denintel I/Bukit Barisan tanggal 20 Juli 2016 di Kampung Baru Tanjungbalai, ada 1.200 kilogram,” tambah Japar. Kepala BBKP Belawan Agus Sunanto menambahkan, pemusnahan barang ilegal ini termasuk beras pulut yang diduga asal Thailand, berdasarkan UU No 16/1992 Pasal 16. Beras pulut ilegal itu, kata dia, diamankan oleh petugas Polres Pelabuhan Belawan pada 4 Juli 2014 lalu yang diangkut dengan alat angkut truk. (ted/azw/jpg)


loading...

Komentar telah ditutup.