Seri ke-12 jadi Ajang Revans Nico Rosberg

INDOPOS.CO.ID – Akhir pekan yang besar bagi Mercedes karena seri ke-12 balapan Formula 1 akan digelar di Jerman, markas besar mereka. Tentu tim Silver Arrows itu ingin menampilkan tontonan sekaligus meraih hasil terbaik di depan publiknya sendiri. Di sisi lain, itu akan menjadi tekanan tersendiri di hadapan para rival yang semkin dekat.

Selain bagi Mercedes, GP Jerman adalah balapan kandang untuk salah satu bintangnya Nico Rosberg. Ini menjadi pekan pertama sejak posisinya sebagai pemuncak klasemen diambil alih oleh rekan setimnya sendiri Lewis Hamilton. Belum terlalu jauh jarak keduanya. Maka jika ingin merebut kembali kendali klasemen pembalap akhir pekan inilah saatnya.

Baca Juga :

PABSI Bantu Selesaikan Masalah Deni

Hamilton berada di puncak klasemen dengan torehan 192 poin. Berselisih 6 poin saja dari Rosberg di posisi kedua. Untuk merebut kembali posisi puncak setidaknya Rosberg harus menang sementara Hamilton finis kedua. Itu cukup untuk membuatnya kembali unggul satu poin.

Sudah barang tentu itu bukan pekerjaan gampang bagi Rosberg. Hamilton sedang menikmati kebangkitannya setelah terseok di awal musim. Pembalap Inggris tersebut memenangi lima dari enam balapan terakhir. Hamilton juga salah satu pembalap sukses di Jerman. Dua kali kemenangan sepanjang karirnya. Sekali di Hockenheim, sekali lainnya di Nurbugring.

Baca Juga :

Dia juga datang ke Jerman dengan rekor hat trick kemenangan di Hungaria. Kepercayaan dirinya sedang di puncak. Kemenangan terakhirnya di GP Jerman sudah cukup lama, 2011 silam.

Rosberg juga punya catatan lumayan di Hockenheim. Terakhir balapan F1 mampir di sirkuit ini 2014, prmbalap 30 tahun itu memenanginya. Namun dalam sejarahnya, tidak ada pembalap Jerman yang mampu menang back-to-back di balapan kandangnya. Jika sukses menang akhir pekan ini, Rosberg akan lolos dari kutukan berumur 24 tahun tersebut sejak Nigel Mansell 1991-1992.

Baca Juga :

Hoki Jadwalkan Try Out ke Belanda

”Aku senang bisa kembali ke mobilku lagi dalam waktu singkat. Apalagi ini adalah balapan kandangku yang kedua. Aku baru saja menikmati (sirkuit) Hockenheim beberapa pekan lalu dengan mengendarai mobil juara Mikka Hakkinen dan itu memberiku semangat besar untuk kembali membalap di Jerman,” ucap Rosberg dilansir situs resmi F1.

Namun bukan tanpa alasan jika Bos Mercedes Toto Wolff menyatakan bahwa GP Jerman akan membawa pressure bagi timnya. Karena sang rival Ferrari-lah konstruktor paling sukses di sana. Sudah 21 kemenangan diraihnya berbanding 9 untuk Williams, dan 8 McLaren. ”Kami yakin para rival kami akan dengan senang hati mengalahkan kami di balapan kandang. Jadi tekanan itu akan kami terima akhir pekan ini,” ucap Wolff dilansir GP Update.

Sekali lagi pembalap dituntut untuk tampil bagus sejak sesi latihan bebas hari pertama. Semakin cepat menemukan setingan mobil yang pas untuk kualifikasi dan balapan, semakin besar pula peluang mereka memenangi balapan. Dari 23 edisi terakhir hanya tujuh di antaranya yang tidak dimenangi dari pole position.

Kehebatan saat start ini pula yang membawa Hamilton memenangi race di Hungaria sekaligus merebut puncak klasemen. Meski Rosberg memulai loma dari pole, Hamilton bisa mencuri tempat terdepan saat beduel di tikungan pertama. Kemenanangan terakhir Hamilton di Hockenheim sendiri sudah terjadi pada 2008 silam. ”Akan sangat hebat bisa memenangi balapan lagi di sini sebagai hadiah untuk para karyawan dan juga tim sebelum jedah musim panas,” ujar Hamilton. (cak)

Komentar telah ditutup.