Jaring Belasan Polisi Pelaku Pungli

INDOPOS.CO.ID – Tim khusus bentukan Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Anton Charliyan, terus bergerak mencari oknum polisi yang diduga pelaku pungutan liar (pungli). Sudah 11 polisi terjaring. Sebelumnya, tim meringkus empat polisi. Tiga di Barru (Brigadir Polisi berinisial YK, MA dan TA) dan satu di Takalar (Aiptu NR). Yang di Barru merupakan anggota Satlantas Polres setempat.

Ketiganya tertangkap tangan saat melakukan pungli di Kupa, Mallusetasi, Barru, Selasa, 26 Juli. Sementara di Takalar, NR sedang bertugas di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Takalar, juga pada hari itu, dengan meminta uang kepada warga yang hendak mengurus adminitrasi kendaraan. Pada Kamis, 28 Juli, tim gabungan Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel kembali menangkap tujuh oknum yang diduga pelaku pungli lainnya.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, mereka tertangkap tangan saat melakukan pungli. Terdiri atas tiga polisi berpangkat Brigadir Polisi dari Satlantas Polres Maros dan empat lainnya anggota Satlantas Polres Palopo. “(Mereka) melakukan penyalahgunaan wewenang dengan melakukan pungli,” ujar Barung.

Para oknum Polantas ini rata-rata melakukan pungli dengan modus yang sama. Mereka menghentikan kendaraan yang melintas lalu mengambil uang dari sopir. Dari tangan mereka, tim menyita sejumlah uang hasil pungli. Pembentukan tim gabungan sebagai upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap instansi kepolisian. Pasalnya, kasus pungli selama ini dinilai sangat mencederai trust building yang dilakukan Polda Sulsel.

Baca Juga :

Sekedar diketahui, dalam beberapa kesempatan, Anton Charliyan berjanji memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, termasuk bebas pungli. Menurutnya, ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mengemban amanah dan memberikan rasa aman, kepuasan kepada masyarakat Sulsel, dengan polisi bisa hadir di tengah masyarakat. (eds/jpg)

Komentar telah ditutup.