Sahrul Gunawan Kantongi Status Duda

INDOPOS.CO.ID – Rumah  tangga Sahrul Gunawan dan Indriani Hadi berakhir di kursi pengadilan. Pasangan yang mengucap janji suci pada 3 Februari 2007 tersebut tak lagi menyandang pasangan suami dan istri. Pengadilan Agama (PA), Jakarta Selatan telah mengabulkan gugatan cerai yang dilayakan Indriana Hadi pada 23 Februari 2016.

”Perkara Sahrul Gunawan yang dalam hal ini diajukan oleh Indri, Sudah diputus oleh pengadilan agama Jakarta Selatan,” ujar Rusdi Taher saat di hubungin awak media, di PA, Jakarta Selatan, Kamis, (28/7). Gugatan ibu dua anak, Ezzar Raditya Gunawan, Raihana Zemma Gunawan dan Faeyza Mikail Gunawan dikabulkan pada awal bulan Juli yang lalu.

Baca Juga :

Awali Tahun, Ini Program Seru ANTV

”Sebagaimana informasi dari ketua majelis hakim, diputus pada tanggal 2 Juni 2016,” ujar Rusdi. Proses gugatan tersebut di putuskan secara verstek.,”Putusan itu karena pihak tergugat, dalam hal ini pak Sahrul, tidak pernah hadir, makanya diputus verstek, artinya diputus tanpa kehadiran tergugat,” jelas Rusdi. Berbagai macam dugaan yang menjadi penyebab perceraian keduanya muncul ke media, mulai dari isu LGBT sampai isu Poligami.

Namun Syahrul sempat mengakui bahwa dirinya berpisah karena perbedaan prinsip dalam membangun rumah tangga. Selain itu keduanya memang sudah sama-sama sepakat untuk berpisah. ”Sesuai kesepakatan mereka berdua sih,” jelasnya. Nah untuk hak asuh anak, Sahrul maupun Indri sepakat ketiga berada di tangan Indri selaku ibunya. Sharul selain itu Sahrul dibebankan untuk memberikan nafkah bagi ketiga anaknya. ”Majelis hakim menyatakan bahwa hak asuh anak dan nafkah ada dalam kesepakatan mereka.

Baca Juga :

Tapi saya tidak menggali hak asuh ada di ayah atau ibunya” tukas Rusdi. Selain itu Rusdi menambahkan tidak ada pembahasan mengenai harta bersama dalam kasus perceraian kedunya tersebut. Karena kedua belah pihak tidak sepakat tidak memasukkan harta gono gini dalam materi gugatan. ”Tidak dibahas tentang harta bersama. Sehingga hakim tidak melebar kesana,” pungkasnya. (anh)


loading...

Komentar telah ditutup.