Headline

Pilgub DKI Mulai Memanas

Redaktur:
Pilgub DKI Mulai Memanas - Headline

INDOPOS.CO.ID - Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 memasuki sejumlah tahapan. Namun masih banyak parpol yang belum menentapkan nama calon gubernur yang akan diusung dan didukung merebut kursi DKI 1. Belakangan ini, Partai Hanura, Nasdem dan Golkar telah menetapkan sikap mendukung incumbent atau Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sehingga Ahok telah siap maju dari jalur parpol, meski sebelumnya digembar-gemborkan maju lewat jalur independen. Sedangkan PDI Perjuangan selaku parpol pemenang di Jakarta dan memiliki 28 kursi di DPRD DKI Jakarta, hingga kini juga belum memutuskan nama figur yang akan diusung dalam pertarungan pesta demokrasi lokal di tanah Betawi. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pun ternyata belum memberikan dukungan resmi kepada siapapun. Termasuk belum mendukung Ahok. Menurut Ahok, dirinya memanfaatkan pertemuannya dengan ketum Umum PDI Perjuangan, Kamis (28/7) malam, untuk melaporkan keputusannya maju lewat parpol pada Pilgub DKI 2017. "Ya saya ngomong aja, saya sampaikan bahwa, 'Bu saya sudah putuskan sama Teman Ahok dan tiga partai untuk pakai parpol," ujar dia, di Balaikota DKI Jakarta. Ahok juga mengakui bahwa Megawati memberikan tanggapan terhadap sikap PDI Perjuangan yang berprinsip mengikuti mekanisme dalam menentukan calon gubernur. Sedangkan partai pendukung Ahok akan saling berdiskusi terkait strategi pencalonan. Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, segala keputusan mengenai pengusungan cagub memang tetap melalui mekanisme partai. "Lho itu memang sudah ada mekanismenya," kata dia. Djarot menambahkan, PDI Perjuangan menerapkan budaya mufakat. "Tapi saya bilang ya, PDIP itu pemenang pemilu dan punya 28 kursi di DPRD dan di dalam pilgub bisa mengusung sendiri (pasangan calon gubernur dan wakil gubernur). Artinya PDIP yang akan jadi pengusung utama dan akan mengorganisir, ada paling depan," tandas dia. Di sisi lain, belum ada sikap menentukan cagub yang akan diusung di pilgub menuai perhatian sejumlah kalangan. Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) M Rico Sinaga menuturkan, rakyat Indonesia, khususnya di Jakarta telah menyaksikan akrobatik politik tingkat tinggi. “Mulai dari manuver Partai Golkar yang menyatakan sikap dukungan terhadap Presiden Jokowi (bukan kader Golkar) untuk maju kedua kalinya di Pilpres 2019. Manuver Golkar terhadap Jokowi tidak berdiri sendiri, namun satu paket dengan dukungan Golkar secara bulat untuk mendukung Ahok Pilgub 2017,” ungkap Rico. Dukugan satu paket Golkar itu, sambung Rico, tentunya akan memposisikan PDIP sebagai ‘partai pengekor’, baik di Pilgub DKI 2017 maupun Pilpres 2019. “Akan kah PDIP larut dalam ‘gendang’ permainan Partai Golkar? Kita liat saja dalam waktu dekat, apa yang akan terjadi di pertaruhan pilpres ada di pilgub 2017. Bila PDIP hanya ingin menjadi pengekor atau menjadi penantang akan menjadi gambaran konteslasi pemilu 2019,” pungkas alumni GMNI itu. (wok/rul)?

TAGS

Berita Terkait


Baca Juga !.