Kalah dari Persiba, Semen Padang Merasa Kurang Beruntung

INDOPOS.CO.ID– Persiba Balikpapan sukses melanjutkan tren positif di Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Jika sebelumnya tim berjuluk Beruang Madu ini menumbangkan Persija Jakarta dengan skor 1-0 dan mampu membawa pulang saat tur ke Papua menghadapi Persipura Jayapura, kini giliran Semen Padang yang dipaksa pulang dengan tangan hampa.

Setelah tim berjuluk Beruang Madu ini menumbangkan Semen Padang, 2-1, dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Persiba, Jumat (29/7). Di laga ini, permainan Persiba sejatinya sempat melempem di awal-awal pertandingan hingga tertinggal lebih dulu akibat tandukan Marcel Silva Sacramento menit 25. Memanfaatkan umpan silang Riko Simanjuntak.

Gol ini melecut semangat juang Heri Susanto cs. Ya, lima menit berselang, Siswanto mampu menyamakan kedudukan setelah memaksimalkan blunder yang dilakukan Jandia Eka Putra, penjaga gawang Semen Padang yang gagal melakukan clearance di luar kotak penalti. Di paruh kedua, anak-anak Beruang Madu berbalik unggul lewat solo run Abdul Rahman menit 49.

Dengan hasil ini Persiba merangkak ke posisi 10 klasemen sementara menggeser Mitra Kukar dengan 16 poin. Salah satu kunci sukses Persiba adalah keberanian Pelatih Jaino Matos melakukan perubahan di paruh kedua. Dia mana pelatih asal Brasil ini melakukan pergantian tiga pemain sekaligus di awal laga.

Dia berani menarik dua striker, Siswanto dan Heri Susanto dengan memasukkan dua pemain bertipikal bertahan, Fengky Turnando dan Iqbal Samad. Sedangkan Kurniawan Karman Abdul Aziz.

Masuknya tiga pemain ini mengubah strategi. Abdul Rahman dan Rustiawan yang sebelumnya dipasang sebagai stopper berubah menjadi sayap. Dengan harapan keduanya lebih bebas melakukan serangan.

“Saat di ruang ganti saya melihat kondisi mereka berdua lebih prima dari yang lain. Jadi saya coba dorong lebih ke depan. Puji Tuhan ada hasil yang membanggakan,” ungkap Jaino Matos saat jumpa wartawan usai laga.

Sementara itu, Pelatih Semen Padang Nil Maizar menilai kekalahan timnya dikarenakan faktor keberuntungan. Sebab, hampir di sepanjang pertandingan, Irsyad Maulana cs menguasai pertandingan.

“Mereka ingin cari menang dengan menumpuk sembilan pemain di lini pertahanan. Ini cukup menyulitkan kami. Kalau mereka main terbuka juga, mungkin kai bisa cetak gol lagi. Tapi, ya itulah hasilnya. Saya berharap dapat hasil lebih baik di laga berikutnya,” terang Nil. (*/ndu/jpg)

 


loading...

Komentar telah ditutup.