Headline

Proses Pengumpulan KTP Diduga Sekedar Proyek untuk ‘Teman Ahok’

Redaktur:
Proses Pengumpulan KTP Diduga Sekedar Proyek untuk ‘Teman Ahok’ - Headline

INDOPOS.CO.ID - Dukungan orang yang menamakan diri 'Teman Ahok' ternyata tidak marah dengan keputusan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang maju lewat jalur dukungan parpol di Pilgub DKI 2017. Padahal, sebelumnya mereka selalu menegaskan ketidakpercayaan pada parpol, sehingga berusaha keras mengumpulkan sejuta KTP dukungan agar Ahok maju lewat independen. Mengomentari hal itu, Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto menduga, sejak awal pengumpulan KTP oleh Teman Ahok hanya sebuah proyek. Itu diperkuat dengan munculnya dugaan masuknya uang puluhan miliar dari pengembang reklamasi, yang diperuntukan membiayai pengumpulan KTP Teman Ahok. "Jika mereka (Teman Ahok) murni gerakan masyarakat mengusung cagub independen, pasti mereka akan marah saat Ahok maju dari parpol. Apalagi, mereka sudah berhasil mengumpulkan 1 juta KTP yang berarti sudah melampaui target persyaratan cagub independen. Namun ternyata mereka tidak marah, ini membuktikan gerakan itu bukan gerakan murni, melainkan hanya gerakan untuk mencari proyek," ujar Sugiyanto, kemarin. Sugiyanto juga menilai, sejak awal Ahok memang tidak menginginkan 'Teman Ahok'. Mereka hanya dijadikan alat tawar menawar dengan parpol. "Terutama dengan PDI Perjuangan sebagai partai terbesar," kata dia. Ia menyarankan agar parpol-parpol yang saat ini belum mendukung Ahok, agar lebih cermat lagi dalam melihat pertarungan Pilkada DKI 2017. Mereka sebaiknya tidak terjebak dengan ikut-ikutan mendukung Ahok. Mereka justru harus membuat sebuah koalisi besar yang mengedepankan haluan ‘Nasionalis Religius’ agar dapat membendung kekuatan Ahok yang ditengarai didukung oleh kekuatan besar. Kekuatan besar yang dimaksud adalah, pengusaha dan penguasa serta birokrasi. "Karena semua orang sudah tahu Ahok disokong kekuatan pengusaha dan pengusaha hingga di tingkat pusat. Hal ini harus disadari parpol jika tidak ingin mengalami kekalahan tragis di Pilkada DKI 2017," tandas pria berkacamata itu. Tiga parpol pendukung menyatakan siap menyukseskan Ahok, mereka adalah Partai NasDem, Partai Hanura, dan Partai Golkar. Para elitenya berkumpul di tempat ini. Begitu pula Teman Ahok. "Kami menghargai dan mendukung keputusan Ahok. Akhirnya Ahok memutuskan untuk maju menggunakan kendaraan partai politik bersama Teman Ahok," kata Amalia Ayuningtyas, juru bicara Teman Ahok. (wok)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Politik / Anies-Sandi Harus Tetap Merawat Jaringan Relawan

Politik / Bara JP Awasi Anies-Sandi

Politik / Terima Kekalahan, Djarot Masih Tegang


Baca Juga !.