Headline

Angka Kematian Ibu di Bekasi Meningkat Baru Melahirkan

Redaktur:
Angka Kematian Ibu di Bekasi Meningkat Baru Melahirkan - Headline

INDOPOS.CO.ID - Angka kematian di Kota Bekasi mengalami peningkatan di tahun 2016. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat, sejak Januari sampai Juni sudah sebanyak 741 orang yang meninggal. ”Angka kematian itu bisa diketahui dari banyaknya permohonan pembuatan akte kematian. Dan itu bisa dikatagorikan tinggi dari tahun sebelumnya,” kata Kepala Disdukcapil Kota Bekasi, Alexander Zulkarnaen, kepada indopos.co.id , Jumat (29/7). Alex mengatakan, peningkatan ini diduga karena warga banyak yang baru mengurus akte kematian, meski yang meninggal dunia sudah meninggal jauh sebelumnya. Padahal tahun 2015 lalu, jumlah kematian sebanyak 644 juta jiwa. “Kalau penyebab mereka meninggal kita tidak sampai kea rah sana mendatanya,” imbuhnya. Dia mengaku, bila pendataan terkait kematian dan kelahiran yang dilakukan Disdukcapil kurang maksimal. Bahkan masih banyak kematian dan kelahiran yang belum tercatat dalam data Disdukcapil Kota Bekasi. “Kemungkinan kenaikan permintaan pembuatan akte kelahiran akan meningkat sampai akhir tahun,” ucapnya. Lonjakan permintaan akte kematian itu, kata Alek, karena kepengurusan suratnya sudah tidak sesulit dahulu. Bahkan, pihaknya telah melakukan pembebasan biaya kepada keluarga yang meninggal. “Tidak ada biaya untuk mengurus akte kematian,” ujarnya. Berbeda dengan angka kelahiran, Alek mengaku, untuk orang yang baru lahir itu justru menurun. Tahun 2016 ini, jumlah kelahiran mencapai 741 jiwa terhitung Januari sampai Juni. Padahal, tahun 2015 lalu, jumlahnya mencapai 60.048 juta jiwa. Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bekasi jumlah kematian tercatat banyak dialami ibu melahirkan. Biasanya, meninggal setelah 40 hari melahirkan. Penyebabnya, karena mengalami pendarahan. “Tahun 2015 lalu, mencapai 14 orang ibu melahirkan meninggal. Tapi kalau tahun ini, masih melakukan pendataan. Penyebabnya karena mengalami pendarahan,” kata Kepala Bidang, Pelayanan Kesehatan, pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Pusporini. Pusporini menambahkan, banyaknya jumlah kematian ibu melahirkan ini dicurigai tidak pernah melakukan pemeriksaan tekanan darah ketika sedang mengandung. ”Setidaknya pengawasan medis sangat diperlukan saat hamil,” jelasnya. Oleh karenanya, kata Pusporini, untuk menekan angka kematian ibu melahirkan itu, pihaknya sudah menyebar sejumlah tenaga kesehatan yang mudah terjangkau. Salah satunya, persediaan fasilitas puskesmas yang sekarang bisa diandalkan untuk rawat inap. (dny)

Berita Terkait

Megapolitan / Pergeseran Tanah, Satu Rumah Nyaris Ambruk

Megapolitan / Dilintasi Tronton, Jalan di Rumpin Hancur

Megapolitan / NTB: KPAI Temukan Sekolah Tak Layak, Pemda ’Cuci Tangan’

Megapolitan / KPAI Beri Tiga Rekomendasi untuk SDN Sadah

Megapolitan / Hati-hati! Jalan Penghubung Banten-Jabar Terputus


Baca Juga !.