Asyik Main Judi, 3 Tukang Ojek dan 4 Penumpang Taxi Digelandang

INDOPOS.CO.ID – Tiga tukang ojek dan empat makelar penumpang Taxi diciduk anggota Polsek Banjarmasin Timur, saat menggelar judi dadu di Kawasan Terminal Induk Km 6, Banjarmasin Timur, Rabu (27/7) sekira pukul 15 Wita.

Bersama tujuh tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu set peralatan judi dan uang sebesar Rp485 ribu. Saat ini para pejudi dadu tersebut telah meringkuk di tahanan Mapolsekta Banjarmasin Timur.

Baca Juga :

Ketujuh pelaku judi tersebut adalah, Syamsudin alis Udin (49) sebagai bandar, Salahudin alis Uyung (49) dan M Noor alis Muhammad (55) serta M Yusran alis Iyus (66), yang semuanya merupakan warga jalan A Yani km 7, Kertak Hanyar. Sedangkan tiga lainya warga Pramuka, Banjarmasin Timur, yakni Agus Priyanto (32) Hasan (44) serta Yudi Susilo (43).

Di antara tujuh pelaku judi yang tertangkap tersebut, M Noor alias Muhammad, ternyata di akhir tahun 2015 baru saja bebas dari penjara karena kasus serupa.

Baca Juga :

“Iya baru saja saya bebas penjara karena judi. Saya dihukum 4 bulan dan bebasnya akhir bulan 2015 lalu. Kali ini saya kapok dan tidak bakalan lagi berjudi,” ucap Muhammad dengan wajah penuh sesal.

Dikatakan Muhammad, dia bermain judi sekadar mengisi waktu sembari menunggu penumpang ojek. “Sebab, kalau jam sudah siang penumpang agak sepi, jadi ia menyempatkan untuk berjudi,” jelasnya.

Kapolsekta Banjarmasin AKP Joseph Edward Purba, melalui Kanit Reskrim Ipda Timuryono mengatakan, para pelaku tertangkap tangan berjudi oleh anggotanya.

Dijelaskan, Timuryono penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat bahwa kawasan terminal km 6, sering dijadikan tempat berjudi oleh para makelar, tukang ojek dan para pekerja di kawasan tersebut.

Butuh waktu tiga hari untuk melakukan penyelidikan. Ternyata benar, terlihat aktifitas penyakit masyarakat tersebut. Petugas saat itu tidak serta merta melakukan penangkapan, namun lebih dulu melihat kondisinya agar targetnya tidak kabur.

“Setelah mereka lengah, langsung kami grebek dan dengan bukti sejumlah alat berjudi, seperti dadu dan lapak yang terbuat dari kayu,” jelas Timuryono.

Hingga saat ini lanjut Timuryono, para pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif. “Ada beberapa pelaku yang pernah tertangkap karena kasus serupa.mereka diancan pasal 303 KUHP, tentang perjudian ancaman maksimal 10 tahun,” tandas Timuryono.(lan)


loading...

Komentar telah ditutup.