Empat Pencuri Gasak Satu Kilogram Perhiasan Emas

INDOPOS.CO.ID – Aksi pencurian bermodus gendam menimpa Lumiati Halim, 77, warga Jalan Embong Malang Kebangsreng Gang I Nomor 52-A, Sabtu (30/7). Akibatnya, berdasar pengakuan korban, harta benda berharga milik korban yang berada di dalam lemari rumahnya berupa dua kotak berisi perhiasan emas seberat sekitar satu kilogram, satu unit HP Samsung, dan uang tunai senilai Rp 10 juta digondol sekawanan pencuri.

Informasi yang diperoleh Radar Surabaya di lapangan, pelaku yang berjumlah empat orang ini mengaku sebagai petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN). Korban baru sadar menjadi korban pencurian saat masuk ke dalam rumah sekitar pukul 10.00.

Baca Juga :

“Dari dalam lemari, pencuri mengambil dua kotak berisi emas yang beratnya sekitar satu kilogram. Tidak hanya itu, satu unit HP Samsung dan uang tunai senilai Rp 10 juta juga ikut hilang,” kata Lumiati di lokasi kejadia, kemarin.

Lumiati mengatakan, sebelum terjadi pencurian ia sedang berada di depan pos ronda yang berada persis di samping kiri rumahnya dan hanya berjarak 5 meter dari pintu rumah bercat hijau itu. Saat itu, sekitar pukul 09.00 korban didatangi empat orang lelaki yang mengaku dari petugas PLN yang menawarkan alat untuk menghemat listrik.

Kemudian, salah satu pelaku mencoba mengalihkan warga keturunan Tionghoa ini dengan cara mengajak berbincang-bincang. Sedangkan, diduga tiga pelaku lainnya masuk ke dalam rumah dan mengacak-acak empat lemari yang berada di dalam kamar dan ruang dapur korban. Usai menguras dua kotak emas di antaranya berisi liontin, gelang, dan kalung milik korban, keempat pelaku dengan cepat meninggalkan rumah korban dengan menggunakan dua motor jenis bebek.

Korban yang saat itu tidak sadar dan masih terpengaruh gendam serta masih berada di luar rumah, lalu masuk ke dalam rumah untuk mengambil HP sekitar pukul 10.00. Sontak, korban terkejut bukan kepalang saat melihat isi lemari sudah berantakan.

Baca Juga :

Sadar telah menjadi korban pencurian , Lumiati lantas melapor ke ketua RT yang diteruskan ke Polsek Genteng. Dia menceritakan, sebelum kejadian pencurian, ada pembantu yang biasa disapa Mbak Mi yang baru bekerja satu hari. Namun, saat ditanya terkait pencurian, Mbak Mi tidak mengetahui dan sedang mengajar les privat di sebelah rumah korban. Sebelumnya, korban tinggal bersama dua pembantu asal Madura dan Tuban yang sampai sekarang belum balik lagi sejak Lebaran.

“Ini saya menemukan satu liontin emas yang saya pungut dari bawah lemari yang terjatuh saat diambil pencuri,” kata Lumiati sembari menunjukan liontin berwana ungu itu.

Lumiat yang memiliki satu anak dengan profesi dokter ini mengatakan, jika dia sudah tinggal di kawasan Kebangsreng kurang lebih sekitar 50 tahun. Namun baru kali ini ada pencurian di daerahnya.

Saksi mata tetangga korban, Subiyanto, 56, mengaku sempat melihat keempat pelaku yang memacu kencang sepeda motor di gang sempit dari rumah korban. Cirinya, salah satunya pria kulit hitam dengan menggunakan baju hitam. Sedangkan lainnya menggunakan pakaian batik dilengkapi dengan kartu identitas di kantongnya.

“Sempat saya tegur supaya jalannya pelan-pelan, tapi gak digubris. Saya tidak tahu kalau itu pencuri,” ujar Subiyanto.

Sementara itu, Kapolsek Genteng Komisaris Polisi (Kompol) Danny Yulianto saat dikonformasi membenarkan terkait kejadian pencurian ini. Pihaknya juga sudah mengirim anggotanya menuju lokasi dan memeriksa tempat kejadian perkara (TKP). Namun demikian, dia masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari para saksi.

“Sudah ( ke TKP), masih melakukan proses lidik. Untuk dapat memastikan terkait kasus pencurian ini, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari para saksi dan olah TKP,” kata Danny.

Ketika ditanya terkait kerugian korban, Danny menjawab masih belum dapat memastikan. Menurutnya, pihaknya masih menunggu korban untuk menunjukkan sertifikat atau surat emas.

“Untuk lebih pastinya berapa emas yang dicuri kami masih menunggu sertifikat atau surat emas dari korban,” tandas mantan Kapolsek Jambangan ini. (don/hen)

Komentar telah ditutup.