Sumsel Masih Kekurangan Dokter Spesialis Anak

Provinsi Sumatera Selatan masih membutuhkan para dokter yang berkwalitas untuk mendukung suksesnya program berobat gratis dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dengan menempatkan dokter-dokter ke seluruh wilayah Sumsel.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Mukti Sulaiman menilai, khususnya di daerah-daerah di Sumsel angka kematian ibu dan anak sampai saat ini masih cukup tinggi diakibatkan berbagai sebab seperti kehamilan resiko tinggi dan masih kurangnya dokter-dokter spesialis yang berada di daerah.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Kesehatan terus menganggarkan dana yang cukup besar untuk hal ini, dibantu juga anggaran dari masing-masing kabupaten/kota di Sumsel.

“Kita akui dokter specialis masih sangat kurang di beberapa daerah, ditambah fasilitas pemeriksaan ibu dan bayi yang masih rendah. Untuk itu. Kita terus bertekat meningkatkan pelayanan kesehatan khusus bagi ibu dan bayi seluruh wilayah Sumsel,” ungkap Mukti Sulaiman saat membuka Workshop “2nd and 3nd Trimester Ultrasound” diselenggarakan oleh Himpunan Kedokteran Fetomaternal (HKFM), Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Palembang di Ballroom Hotel Horison Ultima Palembang, Minggu (31/7).

Baca Juga :

Mukti Sulaiman menambahkan, kesehatan merupakan salah satu masalah yang menjadi perhatian penuh pemerintah Provinsi Sumsel.

Menurutnya, sejak kepemimpinan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin porsi anggaran di bidang kesehatan jauh lebih besar dibanding yang lainnya.

“Ini semua menunkukan bahwa Sumsel sangat konsisten meningkatkan pembangunan bidang kesehatan,”terangnya.

Lanjut Mukti Sulaiman, Pemerintah Provinsi Sumsel sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan Workshop “2nd and 3nd Trimester Ultrasound” ini dengan harapan dapat menambah wawasan keterampilan dan profesionalisme kedokteran khususnya unit kedokteran Fetomaternal.

“Kita harapkan Workshop ini dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang berkwalitas khusus di Sumsel,” ujarnya.

Sementara,Wakil Ketua POGI Cabang Palembang Dr.Nuswil Bernolian mengatakan, pihaknya terus melakukan kegiatan seperti ini secara berkala, dan workshop ini yang kedua kalinya setelah beberapa bulan lalu bekerjasama dengan PT Mindray.

“Untuk kegiatan yang kita laksanakan hari ini bersifat seminar, diskusi dan tanya jawab, serta akan dilakukan pemeriksaan USG langsung dengan menyiapkan 12 pasien secara bergantian,” terangnya.

Untuk diketahui, HKFM sendiri merupakan organisasi ilmiah yang menghimpun para dokter spesialis Obstetri Ginekologi yang aktif di bidang kedokteran Fetomaternal yang merupakan salah satu cabang subspecialisasi dari bagian kandungan dan kebidanan.

Sementara, Obstetri dan Ginekologi yang menangani masalah penyakit ibu hamil, perkembangan dan diagnosis gangguan janin dalam kandungan, serta kasus kehamilan dengan resiko tinggi. (rel)

Komentar telah ditutup.