Kericuhan Tanjung Balai Ulah provokator Melalui Media Sosial

INDOPOS.CO.ID – Kepolisian Polda Sumatera Utara setidaknya mengamankan sembilan warga yang dianggap bertanggung jawab atas kerusuhan dan perusakan di Tanjungbalai, Sumatera Utara, pada Jumat (29/7).

“Situasi sudah terkendali. Kemudian ada sembilan orang yang diamankan,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (31/7).

Baca Juga :

Tujuh Remaja Jadi Tersangka Tanjung Balai

Sembilan warga yang diamankan, tujuh merupakan pelaku tindak perusakan. Sementara dua lainnya, terekam CCTV melakukan tindak pidana kekerasan. “Tujuh diduga melakukan penjarahan, dua orang terekam CCTV saat melakukan kekerasan pada saat peristiwa terjadi,” kata dia.

Tito menjelaskan,pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait siapa pelaku provokasi melalui media sosial Facebook. Selain itu, guna mengantisipasi adanya provokasi lanjutan, ia sudah membentuk tim cyber crime untuk melakukan penindakan.?

Baca Juga :

Status Meliana Masih Terlapor

“Kami juga ?mengirimkan tim untuk melacak, kalau ada mereka melakukan isu provokatif,” tandas Tito.

Tito Karnavian menengarai, kasus ini meledak terutama karena provokasi melalui media sosial. “Yang paling jadi masalah adalah media sosial. Ada seruan yang provokatif, saat berlangsung dialog” menyusul ‘kesalah-pahaman’ di awal keributan.

Baca Juga :

Peristiwa Tanjung Balai Bukan Soal Agama

“Sehingga warga secara sporadis melakukan aksi kekerasan dengan membakar tiga rumah, dan sejumlah vihara, kelenteng dan kendaraan,”

Tito memperingatkan kepada para pengguna media sosial, bahwa seruan provokasi kekerasan diancam oleh pasal pidana. (amd)

Komentar telah ditutup.