Air Tanah Depok Tercemar e-Coli

INDOPOS.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menyebutkan saat ini sebanyak 11.693 kepala keluarga (KK) di Kota Depok belum memiliki jamban atau kakus sendiri. Akibatnya, puluhan ribu warga itu membuang kotoran sembarangan seperti di sungai, kali, koya, empang, serta rawa-rawa di dekat tempat tinggalnya.

Dampak membuang hajat sembarangan itu, berdampak pada pencemaran lingkungan khususnya pada air sungai dan air tanah. Bahkan disinyalir telah terjadi pencemaran air tanah oleh bakteri escherichia coli atau e-coli. Akibatnya, air tanah di kota dengan ikon belimbing itu tidak sehat lagi digunakan karena sudah tercemar.

Baca Juga :

Crane Proyek Tol BORR Seksi IIIA Patah

”Itu berdasarkan pendataan sejak 2013-2016, jumlah warga yang tak punya kakus sendiri sebanyak 11.693 KK,” terang Kepala Dinkes Kota Depok, Lies Karmawati kepada INDOPOS, kemarin (31/7). Dia juga memaparkan, puluhan ribu warga yang tidak punya kakus itu tinggal tersebar di 11 kecamatan.

”Mayoritas yang melakukan BAB di sembarangan itu warga asli setempat yang sudah tinggal puluhan tahun di Kota Depok. Kebiasaan mereka membuang kotoran sembarangan dan di aliran air, karena pembuatan kakus yang sehat tidak pernah mereka ketahui,” paparnya juga.

Baca Juga :

Dalam pendataan dan pengecekan oleh Dinkes Kota Depok bersama Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Kota Depok terinci sebanyak 1.705 KK membuang kotoran ke sungai, lalu 1.800 KK membuang hajat ke kali, dan 5.700 KK membuang hajatnya ke koya. Sedangkan sisanya sebanyak 1.736 KK membuang hajat mereka ke empang dan rawa.

Lies juga berkilah, kebiasaan warga membuang hajat ke saluran air lantaran tidak pernah menapatkan edukasi membaut jamban dengan septic tank terjadi saat Kota Depok masih bersatu dengan Kabupaten Bogor. Saat itu, cetusnya Lies juga, sosialisasi terhadap pembuatan kakus plus septic tank tidak pernah dilakukan instansi terkait.(cok)

 

Baca Juga :

Kantor Kejari Pare-pare Meledak Misterius

Komentar telah ditutup.