Yuriko Koike,64, Politikus yang Sukses Jadi Gubernur

INDOPOS.CO.ID- Yuriko Koike menorehkan sejarah. Politikus 64 tahun itu menjadi gubernur perempuan pertama Tokyo Metropolis alias Prefektur Tokyo. Uniknya, tokoh Liberal Democratic Party (LDP) itu tidak maju lewat jalur partai. Sebab, partai yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe tersebut mengusung kandidat lain.

Minggu waktu setempat (31/7) hasil pemilihan gubernur (pilgub) diumumkan. Koike, yang merupakan satu-satunya kandidat independen, keluar sebagai pemenang. NHK melaporkan, perolehan suara mantan menteri pertahanan Jepang itu lebih dari 2,9 juta. Sedangkan dua pesaingnya, Hiroya Masuda serta Shuntaro Torigoe, mendapatkan 1,8 juta suara dan 1,3 juta suara.

”Saya menerima hasil pilgub ini dengan penuh tanggung jawab. Sebagai gubernur baru, saya ingin segera melangkah dengan cepat demi kebaikan metropolis,” katanya dalam pidato perdana sebagai gubernur kemarin (1/8). Target pertama Koike setelah menerima mandat masyarakat Tokyo adalah membenahi pemerintahan dan bersiap menyambut Olimpiade.

Pada 2020 Tokyo menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas. Padahal, sampai saat ini pembangunan stadion masih berjalan di tempat. Logo Olimpiade pun belum siap karena diwarnai skandal plagiarisme. ”Olimpiade sudah ada di depan mata. Saya ingin memanfaatkan momen itu untuk membangun citra baru Tokyo yang bakal bertahan sampai jauh setelah 2020,” tutur dia.

Ketika memutuskan untuk maju sebagai kandidat dalam pilgub, Koike mengundurkan diri dari parlemen. Sejak 1993, alumnus Cairo University yang fasih berbahasa Inggris dan Arab itu tercatat sebagai salah seorang anggota majelis rendah. Tapi, tahun ini dia menyudahi karirnya sebagai legislator demi bisa menjadi gubernur Tokyo. Minggu lalu, berkat dukungan rakyat, cita-citanya terwujud.

”Saya ingin membangun pemerintahan metropolis yang tidak pernah ada sebelumnya dan tidak pernah kita lihat sebelumnya. (Saya akan melakukannya, Red) bersama kalian semua,” tegas Koike. Namun, merombak Tokyo tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi, si pemimpin baru bukanlah sosok yang diidam-idamkan partai untuk menjadi gubernur. Meski begitu, Koike tidak gentar.

Baca Juga :

Universal Studios akan Hadir di Beijing

”Saya maju dalam pilgub tanpa dukungan partai. Orang-orang mengolok-olok saya dan menyamakan saya dengan aktor yang bermain sendirian di panggung teater. Tapi, pada akhirnya semuanya berjalan dengan baik,” paparnya. LDP tidak mendukung pencalonan Koike karena punya jagoan sendiri. Yakni, Matsuda yang pernah 12 tahun menjadi gubernur Iwate. Namun, rakyat Tokyo lebih memilih sang gubernur perempuan. (AFP/Reuters/BBC/hep/c11/any)


loading...

Komentar telah ditutup.