Snack Bikini Bikin Prihatin Masyarakat

INDOPOS.CO.ID – Kehadiran snack Bihun Kekinian atau Bikini membuat prihatin sejumlah orangtua, terutama kaum ibu-ibu. Betapa tidak, snack untuk anak-anak itu sangat sarat dengan unsur pornografi.

”Saya heran dengan pengusaha makanan ini. Apa coba maksudnya bikin nama snack kayak begini. Apa nggak ada nama lain?,” keluh Juliati, warga Gria Jakarta, Pamulang, Tangerang Selatan.

Juliati, dan ibu-ibu lain memang layak prihatin. Unsur porno dalam kemasan makanan itu sangat kuat. Pada kemasan makanan ringan tersebut terlihat gambar wanita mengenakan bra warna biru motif polkadot yang memperlihatkan belahan bagian dada. Selain itu, tampak gambar wanita mengenakan rok mini dan tangannya memegang snack. Di bawah snack tersebut terdapat tulisan ”Remas Aku”. Kini foto-foto makanan ringan tersebut sudah beredar luas di internet.

Snack ringan berbau porno itu dipasarkan melalui media sosial Instagram dan juga sudah tersebar ke beberapa kota di Indonesia. Berikut adalah kota di Indonesia yang sudah beredar snack Bihun Kekinian : Malang, Surabaya, Serang, Bali, Jakarta, Jambi, Depok, Sukabumi, Lampung, Jogjakarta, Bekasi, Cirebon, Purwokerto, Madiun, Pekanbaru, Medan, bahkan hingga Aceh.

”Saya kira ini makanan yang harusnya tidak boleh beredar luas di pasaran. Pemerintah harus mensikapi ini karena mengandung unsur pornografi,” tegas jebolan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret, Solo itu.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Jaringan Anak Nusantara Nanang Djamaludin angkat suara terkait beredarnya makanan ringan yang menjurus ke arah ponografi tersebut. Menurut Nanang, peredaran makanan ringan tak mendidik itu adalah siasat yang digunakan oleh pelaku jaringan industri pornografi.

Nanang menambahkan, bisnis tersebut cukup menggiurkan dilihat dari segi keuntungan selain narkoba. Pembuat snack Bihun Kekinian diduga ingin membangun perpustakaan porno di otak anak Indonesia sejak kecil melalui hal yang disukai anak-anak seperti makanan ringan yang tengah heboh ini.

”Kami berharap supaya pemilik bisnis makanan ringan Bihun Kekinian segara ditangkap dan diadili supaya tidak membuat otak anak-anak rusak karena snack yang tidak mendidik tersebut,” katanya. (amd)


loading...

Komentar telah ditutup.