Kekerasan Anak Masih Tinggi

INDOPOS.CO.ID – Persoalan kekerasan terhadap anak-anak menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan. Pasalnya, angka kasus kekerasan yang menimpa generasi penerus bangsa itu setiap tahun terus meningkat. Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PMPPKB) Kota Tangerang Selatan, Listya Windyarti mengatakan berdasarkan data yang diterima lembaganya pada tahun 2015 terdapat 64 kasus kekerasan terhadap anak. Sedangkan tahun 2016 sampai Juli tercatat 54 kasus laporan kekerasan terhadap anak-anak di kota tersebut.

”Karena itu memerlukan perhatian dan penanganan dari semua pihak Pemerintah, dunia usaha dan masyarakat untuk melindungi anak anak Kota Tangerang Selatan,” ujarnya (2/8). Untuk itu, dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kota Tangerang Selatan tahun 2016 ini diiringi dengan kampanye mengakhiri kekerasan pada anak-anak. ”Tujuannya agar menumbuhkembangkan kepedulian kesadaran dan peran aktif setiap individu untuk mengakhiri kekerasan kepada anak-anak,” ungkapnya juga.

Kegiatan Hari Anak Nasional 2016 tingkat Kota Tangerang Selatan yang digelar di Puspiptek Serpong, yang dihadiri Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmy Diani beserta pejabat lainnya dimeriahkan artis yang kini banyak berkecimpung dalam dunia pendidikan anak, Dik Doang. Dalam kegiatan itu, digelar beberapa atraksi menari, bernyanyi dan kegiatan lainnya yang ditampilkan oleh sejumlah siswa mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMA terbaik dari sejumlah kecamatan di kota tersebut

. Selain itu juga, dalam kegiatan tersebut sejumlah instansi berikrat mendukung stop terhadap kekerasan anak-anak. Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany mengatakan maraknya kasus kekerasan perlu diatasi dengan partisipasi dukungan semua pihak. Dia juga mengatakan, penanganan kasus kekerasan terhadap anak-anak baik dari pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya sudah mengalami peningkatan. Dijelaskannya juga, perlindungan terhadap anak-anak dari kekerasan sudah diatur dalam Undang-Undang No 35 tahun 2014.

”Pemerintah dan keluarga wajib melakukan perlindungan terhadap anak-anaknya,”ujarnya. Airin juga menegaskan, kini di setiap kelurahan di kota yang dia pimpin sudah dibentuk satgas perlindungan anak. ”Satgas ini dibentuk untuk mencegah kekerasan yang menimpat anak-anak,” ungkap juga Airin yang kini tercatat Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang Selatan tersebut. Fungsi satgas tersebut, kata Airin juga, dapat menangani cepat pengaduan warga yang anaknya menjadi korban kekerasan. Dia merinci, saat ini di Kota Tangerang Selatan sudah berdiri 108 satgas yang terdiri dua orang di setiap kelurahan. (yer)


loading...

Komentar telah ditutup.